Sistem Layanan Cepat, Pemeriksaan 4.300 Jemaah Haji di Bandara Jeddah Berlangsung Selama 1 Jam

(gomuslim). Berbeda dari tahun sebelumnya, proses pemeriksaan dari petugas imigrasi Saudi berlangsung cepat untuk jemaah haji tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya proses pemeriksaan di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAA) dikenal dengan lambatnya proses pemeriksaan, namun kini hal tersebut berbalik 180 derajat.

Pada tahun lalu, banyak jemaah haji Indonesia mengeluhkan sistem pemeriksaan yang memakan waktu lama di Bandara KAA. Proses tersebut dapat memakan waktu 2 hingga 3 jam per orang, sehingga banyak jemaah yang mengalami kelelahan dan kejenuhan dengan pelayanan lamban seperti itu. Selain itu juga kepadatan jemaah kerap terjadi di bandara yang cukup dikenal di Saudi. Pada sisi lain, jemaah yang tiba di Madinah justru mengalami hal sebaliknya, mereka hanya diperiksa selama 30 menit lalu kemudian diarahka ke bus pengangkut jemaah haji.

Sistem kerja cepat yang telah diterapkan di Bandara AMAA Madinah, menjadi kaca perbandingan bagi perbaikan kinerja di Bandara KAA Jeddah sehingga dengan demikian stigma mengenai lamanya pemeriksaan di Bandara KAA dihapus dengan adanya mekanisme baru. Dengan diterapkannya mekanisme seperti ini maka dalam setiap jamnya bandara dapat dilalui lebih dari 3.000 jemaah.

Pembimbing Transportasi Haji dan Umrah yang mengawasi kedatangan jemaah di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah Khalid bin Muslim Al Haraby memberikan penjelasan bahwa,  selama musim haji sistem penerimaan jemaah di Bandara KAA Jeddah berlangsung cepat dalam satu jam 4.300 orang selesai diperiksa petugas imigrasi dan dapat melalui pintu kedatangan.

Sebagaimana yang dilansir dari Al Madina, Al Haraby menjelaskan bahwa pemeriksaan di gerbang kedatangan haji berlansung antara 30-45 menit dari sejak kedatangan hingga menuju bus yang mengangkut jemaah ke pemondokan. Dia pun menjelaskan bahwa mekanisme yang diterapkan ini adalah upaya untuk menghilangkan stigma negatif terhadap lamanya pemeriksaan di Bandara KAA dalam lima tahun terakhir.

Menurut Al Harby, terjadinya keterlambatan pemeriksaan pada masa-masa lalu diperkirakan akibat kesalahan teknis dari kantor urusan haji di negera jemaah atau hal lainnya yang belum dipenuhi oleh perusahaan travel. Namun kecepatan pemeriksaan di Bandara KAA saat ini tak terlepas dari pengaturan dan sistem yang ditetapkan, selain itu pada musim haji tahun ini banyak balai haji di Bandara KAA yang terdiri dari 13 balai penerimaan atau kedatangan dan 1 balai keberangkatan.

Dengan demikian, Bandara KAA saat ini dinyatakan telah siap menyambut kedatangan jemaah dari lintas negara. Bahkan pelayanan yang diberikan tidak terbatas saat kedatangan saja namun saat keberangkatan pun terus diupayakan pelayanan yang maksimal. Sehingga jemaah haji merasa diberi kemudahan oleh otoritas Saudi.

 Adapun mengenai hal baru terkait sistem maupun fasilitas di Bandara KAA selama musim haji adalah sebagai berikut:

  1. Adanya penyediaan 14 balai yang terdiri dari 13 balai untuk penerimaan jemaah dan 1 balai untuk keberangkatan;
  2. Khusus di gerbang kedatangan, jika tidak terjadi keramaian penumpang, maka pemeriksaan 3.800 jemaah dapat terselesaikan dalam kurun waktu satu jam;
  3. Jika terjadi keramaian penumpang, maka pemeriksaan 4.300 jemaah dapat terselesaikan dalam kurun waktu satu jam;
  4. Khusus di gerbang keberangkatan, pemeriksaan 3.600 jemaah dapat terselesaikan dalam kurun waktu satu jam;
  5. Waktu pemeriksaan jemaah haji hanya berlangsung selama 30-45 menit per orang;
  6. Adanya penyediaan tempat bagi jemaah haji berkebutuhan khusus:
    1. Jalur khusus bagi jemaah haji difabel;
    2. Penyediaan kursi roda dalam jumlah yang banyak serta lift pengangkut barang jemaah haji yang datang maupun yang berangkat.

Jika melihat dari program maupun sistem baru yang dicanangkan di Bandara KAA Jeddah, maka terlihat bahwa pemeriksaan jauh lebih cepat manakala penumpang banyak yang datang sehingga jika pemeriksaan diperlambat, antrian panjang aka terjadi selama berjam-jam. Hal ini memiliki dampat positif yakni mengurangi waktu antrian, namun pada sisi lain pemeriksaan pun harus tetap dilakukan secara teliti. Bagaimana pun juga, harapan umat Muslim seluruhnya adalah jemaah haji seyogyanya diberi kemudahan untuk beribadah bukan sebaliknya. (fh)


Back to Top