Haji 1437 H/ 2016 M

Sambut Kedatangan Jemaah, Petugas Haji Diberangkatkan Lebih Awal

(gomuslim). Musim haji telah tiba, sebagian jemaah telah tiba di dua bandara internasional Saudi. Hingga kini 130 ribu jemaah asal Asia Selatan telah melewati proses imigrasi di bandara Jeddah. Berkaitan dengan itu, Selasa (09/08/2016) dijadwalkan jemaah asal Indonesia untuk kloter pertama akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Namun sebelum kedatangan jemaah haji di sana, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Mekkah yang terintregasi dengan PPIH Saudi telah diberangkatkan lebih awal tadi malam (08/08/2016).

Sebelumnya, sebanyak 357 petugas PPIH telah lebih dahulu diberangkatkan menuju Arab Saudi pada Sabtu (06/08/2016). Petugas PPIH gelombang pertama tersebut terdiri dari 150 orang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan 207 dari Kementerian Agama. Mereka akan bertugas melayani jamaah haji di Daerah Kerja Airport (Jeddah-Madinah) dan Daerah Kerja Madinah selama 72 hari sejak 6 Agustus.

Keberangkatan petugas haji lebih awal adalah langkah untuk persiapan penyambutan jemaah haji di Saudi. Para petugas Daker Mekkah yang telah dipilih ini terdiri dari 411 orang, mereka berasar dari unsur Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan instansi terkait. Orang-orang yang terpilih sebagai petugas haji tahun ini diharapkan dapat bekerja dengan ikhlas membantu jemaah haji."Bulatkan tekad untuk menjadi petugas haji dengan niat tulus melayani tamu-tamu istimewa," pesan Abdul Djamil Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag.

Seluruh petugas yang diberangkatkan tadi malam, menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 980 untuk pemberangkatan pertama sebanyak 116 orang pada pukul 11:55 WIB. Kemudian pemberangkatan kedua pukul 16:40 WIB, jumlah petugas yang diberangkatkan sebanyak 295 orang dengan maskapai yang sama dan nomor penerbangan GA 982.

 Pelepasan petugas haji malam tadi, ditandai dengan pemberian Bendera Merah Putih dan penyertaan dana living cost secara simbolik. Adapun living cost jemaah haji tahun ini sebesar SAR 1.500. Kemenag bekerjasama dengan BRI dalam pendistribusian dana living cost jemaah haji.

Pada musim haji 2016, jumlah petugas haji yang terpilih  sebanyak 3.250 orang mencakup petugas PPIH Arab Saudi (petugas nonkloter), petugas kloter, tenaga musiman (Temus), serta petugas pengawas dari internal dan eksternal. Adapun Petugas PPIH Arab Saudi yang berasal dari unsur Kemenag, Kemenkes, dan intansi terkait berjumlah 826 orang. Sementara, jumlah Temus sebanyak 530 orang yang merupakan mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan WNI yang tinggal di Arab Saudi (mukimin).

Selain itu, ada pula petugas kloter yang menyertai jamaah, petugas kloter berasal dari Kemenag, Kemenkes, dan unsur masyarakat. Tiap kloter terdapat lima petugas kloter dengan masing-masing tiga petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (1 dokter dan 2 perawat), satu Tim Pemandu Haji Indonesia (TPIH) atau biasa disebut ketua kloter, dan 1 Tim Pembimbing Ibadah Haji. Dengan jumlah kloter sebanyak 384 kloter, maka jumlah petugas kloter sebanyak 1.920 petugas.

Terkait dengan kewajiban para petugas haji yang dikirim ke Arab Saudi, Dirjen PHU Abdul Djamil mengimbau petugas untuk dapat mengenali medan agar jangan sampai tersesat saat mengawali jemaah dalam menjalankan ritual haji. Justru petugas harus membimbing serta mengarahkan jemaah agar berada di jalur yang telah ditetapkan guna menghindari kehilangan anggota jemaah haji dalam rombongan khususnya di Mina dan Arofa. (fh)


Back to Top