50 Santri Hafidz Alquran Lulus Jadi Mahasiswa Kedokteran UIN Jakarta

(gomuslim). Baru-baru ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengumumkan kelulusan para mahasiswa baru melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri UIN. Pada seleksi terakhir yang digelar UIN Jakarta untuk penerimaan mahasiswa baru selain melalui jalur PMDK jalur undangan nilai rapot, SBMPTN, SNMPTN, sebanyak 50 calon mahasiswa dari berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia yang hafal Alquran (hafidz) berhasil terjaring masuk Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta pada tahun ajaran baru 2016 ini.

"Dari jumlah 2.416 hafidz dari pondok pesantren di seluruh Indonesia, akhirnya terseleksi 50 santri. Mereka diseleksi di wilayah masing-masing," kata Dekan FKIK UIN Jakarta Prof. Dr. Arief Sumantri M.Kes, sebagaimana rilis pers dari BeritaOnlineUINJakarta.

Menurut Arief, proses seleksi masuk FKIK bagi para santri yang hafal Alquran 30 juz itu sangat ketat dan mereka yang lolos seleksi terbagi ke beberapa jurusan yang ada di FKIK UIN Jakarta. Tambah Arief, para santri itu jika diberdayakan akan mampu berdiri sejajar dengan lulusan nonsantri yang juga  perlu diapresiasi lebih kepada para santri yang hafal Alquran 30 Juz, karena mereka memiliki daya ingat yang bagus. Para santri tersebut masuk ke berbagai jurusan yang ada di FKIK. 50 calon mahasiswa FKIK itu terbagi ke berbagai program studi yang ada di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, yaitu Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Pendidikan Dokter, dan Ilmu Keperawatan.

FKIK UIN Jakarta sendiri merasa perlu terlibat dalam pemberdayaan para santri agar mereka mampu berdiri sejajar dengan para siswa yang datang dari lembaga pendidikan non pesantren. Arief menambahkan keberadaan FKIK yang relatif baru di UIN Jakarta adalah dalam upaya memenuhi kebutuhan terhadap pendidikan tinggi yang sesuai dengan tuntutan masyarakat serta untuk mendukung pengembangan perguruan tinggi dalam mengintegrasikan aspek keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan.

Pendirian FKIK pada (30/12/2002)  juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan dalam mewujudkan konsep Indonesia Sehat 2010 yang dicanangkan pemerintah serta membutuhkan lebih banyak tenaga dokter, apoteker, perawat dan tenaga kesehatan masyarakat. Selain itu, maksud pendirian FKIK adalah untuk menampung lulusan Madrasah Aliyah dan pondok pesantren yang berada dalam rural area yang selalu termarginalisasikan karena kalah bersaing, baik secara ekonomi maupun prestasi untuk memasuki program studi umum pada universitas negeri atau perguruan tinggi negeri.

Hal ini menarik perhatian masyarakat yang  menyambut baik kehadiran Faultas Kedokteran di lingkungan UIN Jakarta. Terbukti dari jumlah mahasiswa FKIK UIN Jakarta yang bertambah setiap tahunnya. Menurut data resmi dari laman FKIK UIN Jakarta, pada tahun akademik 2004-2005 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mulai menerima mahasiswa baru Program Studi Kesehatan Masyarakat dan Farmasi dengan jumlah mahasiswa 74 dan 35 orang. Sedangkan Program Studi Pendidikan Dokter dan Ilmu Keperawatan mulai tahun akademik 2005-2006 menerima mahasiswa baru dengan jumlah mahasiswa 55 dan 50 orang.

Adapun jumlah mahasiswa FKIK pada tahun akademik 2012-2013 adalah sebanyak 1589 orang dengan rincian Program Studi Kesehatan Masyarakat sebanyak  483 orang, Program Studi Farmasi sebanyak 416 orang, Program Studi Ilmu Keperawatan sebanyak 239 orang dan Program Studi Pendidikan Dokter sebanyak 451 orang. Tahun akademik 2012/2013, FKIK meluluskan 77 mahasiswa, sehingga di akhir tahun akademik 2012-2013 jumlah mahasiswa adalah sebanyak 1512 orang dengan rincian Program Studi Kesehatan Masyarakat sebanyak 459 orang, Program Studi Farmasi sebanyak 394 orang, Program Studi Ilmu Keperawatan sebanyak 214 orang dan Program Studi Pendidikan Dokter sebanyak 445 orang.

Sementara itu untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan perkuliahan dan praktikum mahasiswa FKIK UIN Syarif Hidayatullah melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang, Rumah Sakit Kusta Sintanala Tangerang, Rumah Sakit Paru Cisarua Bogor, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Rumah Sakit Kanker Darmais Jakarta sebagai rumah saki jejaring serta seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam wilayah Sudin Kesehatan Jakarta Selatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Selanjutnya menyusul Rumah Sakit Syarif Hidayatullah juga hadir di lingkungan UIN Jakarta pada tahun 2007 dan pada tahun akademik 2010-2011 kegiatan belajar mengajar semua program studi yang ada di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggunakan sarana dan prasarana gedung baru yang berlokasi di Jalan Kertamukti Pisangan Ciputat, Tangerang Selatan (Kampus II UIN Jakarta). (fau/uinjkt)

 

 

 


Back to Top