Ibtihaj Muhammad Jadi Atlet Anggar Berhijab Pertama di Olimpiade Rio 2016

(gomuslim). Olimpiade Rio 2016 di Brazil masih berlangsung sampai (21/08/2016) mendatang. Dengan 306 keping medali, ajang ini akan mempertandingkan 28 cabang olahraga olimpiade. Salah satu cabang olahraga olimpiade tersebut adalah anggar yang diisi oleh salah satu atlet berbakat yang  tampil memukau dengan percaya diri mengenakan hijab.

Dialah muslimah asal New Jersey, Amerika Serikat bernama Ibtihaj Muhammad. Muslimah ini merupakan seorang atlet anggar wanita pertama di Amerika Serikat yang mengenakan hijab. Ibtihaj juga memiliki segudang prestasi dan tercatat sebagai salah satu atlet terbaik di dunia beberapa tahun belakangan. Ibtihaj lahir pada 4 Desember 1985 dan tumbuh di keluarga muslim dengan empat saudara. Karena itu, Ibtihaj kecil sudah terbiasa menutupi tubuhnya dengan pakaian panjang sebagaimana disyariatkan Islam.

Ketertarikannya di dunia olahraga pedang atau anggar bermula ketika ia melihat para pemain anggar saat ingin berangkat sekolah. Ibtihaj langsung tertarik karena pemain anggar menutupi semua tubuhnya dengan rapat. Saat berusia 13 tahun, Ibithaj pun masuk ke Columbia High School di Maplewood dan bergabung dalam tim anggar.

Sejak saat itu, bakat Ibtihaj terus terlatih dan memperlihatkan hasil yang mengagumkan. Ibtihaj Muhammad berhasil meraih sederet prestasi membanggakan. Beberapa di antaranya adalah juara ketiga USA Fencing National Championship pada 2015, meraih medali emas untuk Senior World Championship pada 2014, juara pertama Antalya Wolrd Cup 2014, dan lain sebagainya.

Kini, Ibtihaj menjadi  wanita pertama yang mengenakan Hijab di Tim USA yang bersaing dalam Olimpiade Rio 2016. Hal itu semakin memberinya motivasi untuk beprestasi sebaik mungkin. Ia tidak serta merta mudah menjadi salah satu tim kotingen AS.

“Ketika saya mendengar bahwa tidak akan pernah ada seorang wanita Muslim di tim AS dengan mengenakan jilbab, justru membuat saya semakin termotivasi,” ujar Ibtihaj Muhammad pada CNN.

Ia menyadari itu semua, tapi ia juga yakin bahwa prestasi yang ia rintis dan raih selama ini cukup untuk memenuhi syarat masuk ke dalam tim Olimpiade. “Saya ingin mudah-mudahan ada perubahan itu, walau saya minoritas dengan hijab ini, bisa juga tampil dengan kerja keras dan ketekunan, hingga segala sesuatu mungkin terjadi,” imbuhnya.

Ibtihaj mengatakan dia merasa nyaman memakai penutup badannya, walau itu tidak selalu mudah karena menjadi berbeda. Namun, dalam seragam atlet anggar, seorang atlet akan ditutupi dari kepala sampai kaki. Jadi tidak tampak ada tanda-tanda perbedaan ras atau agama. Karena awalnya, muslimah berdarah Afrika-Amerika ini merasa bahwa warna kuli dan agamanya membuat orang lain tidak nyaman.  Namun, setelah dirinya menunjukkan berbagai prestasi,  ia pun dapat melalui waktu yang sangat sulit itu.

“Pada  pertandingan anggar, saya benar-benar diberikan kesempatan untuk berbuat dengan seragam yang memungkinkan berhijab,” lanjutnya.

Perjalan kariernya di dunia anggar sempat terhenti untuk istirahat, saat ligamen di tangannya robek pada seleksi untuk lolos ke Olimpiade London tahun 2012 lalu. Namun,  Ibtihaj memenangkan medali perunggu pada kejuaraan Piala Dunia Anggar di Athena, Yunani, awal tahun 2016 ini. Sebelumnya ia pernah meraih medali emas pada Kejuaraan Anggar Dunia tahun 2014. Dia juga peraih tiga kali juara anggar Kompetisi NCAA All-American.

Prestasi itu semua mengantarkan peringkat ke-2 AS, danperingkat  ke-7 anggar dunia sepanjang 2015-2016 dan menjadi bagian dari tim Amerika Serikat (AS) pada Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil, yang saat ini sedang berlangsung sejak 5 sampai 21 Agustus 2016. Kejuaraan besar level dunia yang diikuti kurang lebih 12.500 atlet dari 206 negara.

“Ini sangat berarti banyak bagi saya untuk bisa mewakili Amerika Serikat dan menjadi duta, bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga untuk menunjukkan keragaman di negara kita,” pungkas Ibtihaj, seperti dilansir dari publikasi Alaraby.

Selain sibuk dengan  kegiatan olahraganya, Ibtihaj  pun aktif dalam layanan pada Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Anak AS melalui program Inisiatif Olahraga. Ia memberikan berbagai ceramah tentang olahraga dan pendidikan. Dia juga berbicara tentang kerukunan hidup di tengah beragam perbedaan ras, politik dan agama. Ia mengatakan dirinya tidak akan dapat berprestasi dalam kejuaraan anggar seperti sekarang ini, tanpa adanya keyakinan dan kesungguhan. Ia banyak mencontoh bagaimana ketekunan atlet besar seperti Muhammad Ali atau seperti Serena dan Venus Williams.

Musimah ini mempunyai banyak peran di berbagai bidang selain olahraga.  Ibtihaj Muhammad ternyata juga seorang pebisnis. Hobinya yang beragam, mulai dari olahraga sampai jalan-jalan, bekerja, dan bahkan menyukai dunia politik bisa membuatnya sibuk di bidang lain. Ibtihaj merupakan pengusaha di bidang mode dan sudah memiliki fashion brand sendiri. Louella merupakan brand fashion besutan Ibtihaj Muhammad yang memproduksi berbagai jenis pakaian muslimah. Muslimah berusia 30 tahun ini sering menjadi model untuk brand-nya sendiri. Ibtihaj membuka bisnis ini dengan latar belakang pengalamannya yang kesulitan mencari pakaian panjang di Amerika. Ia pun mengikuti tren pakaian muslimah dunia dan hingga saat ini, sudah banyak koleksi yang dirilis untuk membantu muslimah di Amerika dalam berhijab. (fau/dbs)

.

 


Back to Top