Penerapan E-Hajj Bantu Percepat Pengurusan Visa Haji Tahun Ini

(gomuslim). Kemarin sebagian jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci dan proses pemberangkatan berjalan lancar. Persoalan visa yang kerap mempersulit keberangkatan sampai kemarin tidak terjadi, tentunya sistem baru yang diterapkan selangkah lebih baik dari sebelumnya. Jika pada tahun lalu, ketika jemaah telah berada di bandara namun visa tak kunjung terbit dari Kedutaan Arab Saudi sehingga mempersulit keberangkatan ribuan jemaah. Namun pada pemberangkatan kali ini hal tersebut tidak terjadi.

Sebagaimana yang telah diinformasikan bahwa, pengurusan visa jemaah haji harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen penting seluruh jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter). Jika dari dari satu kloter terdapat satu orang jemaah yang belum melengkapi dokumen haji maka visa tidak akan dikeluarkan oleh otoritas Saudi. Namun pengecekan kelengkapan jemaah tahun ini dipermudah dengan adanya sistem Electronic Hajj (e-Hajj) sehingga untuk dapat mengetahui data jemaah, dapat dilakukan dengan mudah.

Hal inilah yang dialami oleh beberapa jemaah haji termasuk beberapa pejabat Kementerian Agama sejumlah daerah di Indonesia seperti halnya keberangkatan jemaah haji di Yogyakarta. Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY Nizar Ali di Yogyakarta, mengatakan hingga saat ini per 9 Agustus 2016, visa bagi jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) 23 SOC dan 24 SOC telah diterima.

Berdasarkan keterangan Nizar, pengurusan visa untuk pemberangkatan jamaah calon haji tahun ini tergolong lebih cepat dibanding tahun lalu. Karena telah terbantu dengan sistem aplikasi haji elektronik “e-Hajj” sehingga dengan demikian tidak perlu memeriksa satu per satu data jamaah. "Dengan adanya sistem "e-hajj" justru lebih cepat dibanding tahun lalu yang masih dalam tahap penyesuaian sistem itu," kata Nizar.

Meski pemberangkatan jemaah haji pada pada gelombang 1 tidak terjadi persoalan keterlambatan visa, namun belasan ribu visa untuk gelombang kedua bagi calon haji di Jawa Timur masih belum selesai hingga kini. Menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim H. M. Mahfudh Shodar, masih ada sekitar 14.000 visa yang belum dikeluarkan oleh otoritas Saudi, "Ada 14.000-an paspor dari 27.323 calhaj Jatim yang visanya sudah selesai dan umumnya milik calhaj gelombang pertama atau kloter 1 hingga 34 (8-22 Agustus), padahal calhaj di Embarkasi Haji Surabaya mencapai 64 kloter," kata Mahfudh.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Mahfudh, artinya terdapat 30 kloter lagi yang visanya belum dikeluarkan khusus untuk gelombang kedua yang akan diberangkatkan mulai 23 Agustus-4 September 2016.  Meski sejumlah visa belum keluar untuk pemberangkatan jemaah haji gelombang kedua, namun pihak Kedubes Arab Saudi akan menjamin semua visa tuntas sebelum dilakukannya keberangkatan nanti pada gelombang kedua.

Jika sistem kerja terintregasi dengan baik, serta sejumlah dokumen terkumpul lengkap, maka tentunya keterlambatan visa haji tidak semestinya terjadi. Hal ini adalah harapan sejumlah jemaah haji yang hingga kini belum menerima visa, proses yang lamban seperti ini semestinya dapat diperbaiki sehingga jauh sebelum keberangkatan hal-hal penting lainnya telah selesai diproses termasuk visa haji. (fh)


Back to Top