Jemaah Haji Dilarang Masuk ke Saudi Jika Data Informasi Tidak Sesuai dengan ‘E-Track’

(gomuslim). Wakil kementerian haji dan Umrah yang Juga Direktur Umum Cabang Haji Jeddah Abdullah Marghalany, mengatakan bahwa 1,4 juta jemaah haji akan ditunggu kedatangan di Arab Saudi selama musim haji berlangsung. Mereka akan diberi gelang pintar yang terintegrasi dengan program e-track yang diterapkan kepada jemaah haji tahun ini.

Marghalany juga menandaskan bahwa peraturan dan program untuk mengakses gerbang masuk dilakukan dengan sistem elektronik khusus dimana ketika melewati gerbang kedatangan tersebut, di mana semua informasi terkait jemaah tercatat di sana. Dalam program ini beberapa pihak dilibatkan seperti Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri. Sehingga data informasi yang dibutuhkan dapat dicocokkan dengan data yang dimiliki oleh otoritas Saudi terkait jemaah haji.

Untuk diketahui bahwa jemaah yang melewati gerbang elektronik ini tidak dapat masuk negara Saudi jika ternyata ditemukan data informasi yang tidak sesuai dengan data yang diterima oleh otoritas Saudi. Terlebih beberapa hari lalu otoritas Saudi telah menginformasikan bahwa banyak beredar oknum yang tak bertanggung jawab yang menawarkan jasa penjualan visa haji. Namun pihak Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa visa haji telah tercatat di sistem e-track sehigga jika ada ketidaksesuaian data maka dapat menjadi persoalan serius di bandara.

Selanjutnya Wakil Menteri Haji ini juga menjelaskan bahwa gelang pintar yang diberikan kepada jemaah dapat menyampaikan informasi penting menganai data diri jemaah haji. Data informasi jemaah haji diinput pada e-track sesuai dengan data yang telah diprogram di gerbang masuk elektronik yang meliputi informasi penting seperti, nama, bangsa dan rekap kesehatan jemaah.

Selain itu gelang elektronik yang disebut juga sebagai gelang pintar ini dapat dipergunakan untuk memantau keberadaan jemaah karena data yang ada di sana meliputi informasi jemaah, cuaca, tempat tinggal jemaah baik di Mekkah maupun di Madinah dan di situs-situs suci Arab Saudi.

Marghalany menegaskan bahwa efektifitas sistem gerbang elektronik tidak terlepas dari peran kerjasama semua pihak dalam penerapan gelang pintar untuk urusan haji. Pada sistem baru ini, tercantum juga beberapa persyaratan jemaah haji untuk dapat memasuki Saudi. Sistem ini juga membantu kecepatan proses pemeriksaan jemaah dibandara, sehingga dalam satu jam ribuan jemaah dapat diperiksa lebih cepat dari tahun sebelumnya.

Jika di Bandara Internasional King Abdul Aziz sistem pemeriksaan elektronik ini berjalan lancar, maka kemungkinan besar pemeriksaan dapat berjalan lancar. Namun sampai saat ini baru ratusan ribu jemaah yang telah tiba di Saudi, jika seluruh jemaah telah dipastikan tiba di Saudi maka sistem ini berjalan dengan lancar dan dapat diterapkan serta dikembangkan untuk musim haji tahun depan. (fh/almadina)


Back to Top