Restoran Halal dan Sensasi Shalat di Puncak Es Abadi Swiss

 

(gomuslim). Sudah banyak yang menaiki gunung-gunung tinggi, bahkan gunung tertinggi di dunia sekalipun. Namun, bagaimana sensasinya bila di puncak es abadi berketinggian 10.000 kaki, kita melakukan ibadah shalat dan itu di luar ruangan. Tentu kita tidak bisa membayangkan betapa dinginnya.

Asyiknya melaksanakan shalat di puncak gunung setinggi 10.000 kaki diatas permukaan laut, Ini dirasakan oleh rombongan Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) saat mengunjungi Gunung Titlis (3.010), Swis, Sabtu (06/08/2016).

Rombongan ini tergabung dalam West Europe Tour Leader Moslem Educational Trip (WEMET) Batch II yang terdiri dari pemilik travel Muslim, tour leader dan tour planner. Para pemilik usaha travel ini, ceritanya sedang mengikuti pelatihan yang diadakan oleh IITF sejak 28 Juli hingga 10 Agustus 2016. Rombongan ini dipimpin oleh Priyadi Abadi, yang sekaligus menjadi coach WEMET Batch II. Rencananya pelatihan WEMET Batch II ini akan mendatangi 13 kota dan 6 negara di Eropa Barat. Salah satunya adalah Gunung Titlis di Swiss  ini.

Di sela-sela waktu pelatihan, para rombongan menikmati hidangan halal yang disediakan oleh Restoran Halal di Puncak Titlis. Sebab, dimanapun muslim berada, sesuap makanan halal lebih berharga dan lebih utama dari pada seloyang daging, namun tidak halal. Perumpamaan ini barangkali yang dirasakan para pelancong muslim ini, ketika berada di negara non-muslim seperti kawasasan Eropa Barat.

 

Tentu saja hal ini menjadi kabar gembira bagi para pelancong muslim yang ingin berkunjung ke Gunung Titlis, gunung berketinggian 3.020 mdpl, Swiss. Kabarnya, restoran yang bernama Panorama Restoran ini, dulu tidak mau menyediakan makanan halal. Berkat banyaknya pelancong muslim yang berwisata ke Gunung Titlis, tentu saja dengan bujuk rayu para pelancong muslim, agar menjual makanan halal, akhirnya pemilik restoran menyediakan makanan halal bagi para pelancong muslim.

“Alhamdulillah pihak restoran di gunung Titlis yang bernama Panorama Restoran akhirnya mendengarkan suara kami para Muslim Traveller untuk menyediakan makanan halal,” kata Direktur Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) Priyadi Abadi.  

Kata Priyadi, menu halal di restoran tersebut baru tersedia mulai bulan Juli 2016. Lebih khususnya, menu halal disediakan di lantai tiga Panorama Restoran, memang khusus disediakan untuk grup. Sedangkan lantai dua, untuk pengunjung umum, lanjut Priyadi.

Fasilitas-fasilitas seperti ini, tentu saja menjadi berkah tersendiri bagi umat muslim di seluruh dunia. Karena sedikit demi sedikit prinsip agama Islam semakin diterima dan diakui dunia. (mrz/dbs)

 


Back to Top