Korea Selatan Makin Serius Produksi Kosmetik Halal

(gomuslim). Produk halal sedang naik daun di berbagai sektor industri global. Selain makanan dan wisata halal, ternyata kosmetik juga menjadi salah satu dari muslim needs yang dicari konsumen muslim. Salah satu negara yang gencar dengan produksi kosmetik halal adalah Korea Selatan. Lewat brand Cosmax Inc., Negeri Ginseng ini mengembangkan pabrik untuk pembuatan material kosmetik halal. Kini, Korea Selatan sudah memproduksi 50 produk bersertifikat halal di pabrik Jakarta, Indonesia dan sedang menyiapkan upaya untuk menangkap pasar kosmetik halal global makin berkembang.

Perusahaan tersebut memimpin dalam beradaptasi dengan standar halal dengan menjadi produsen kosmetik Korea pertama yang menerima sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), salah satu dari tiga lembaga sertifikasi halal besar dunia pada Maret 2016. Sebagaimana dilansir dari publikasi HalalFocus, perusahaan ini menerapkan standar produksi berupa kosmetik halal yang harus dilakukan tanpa surfaktan, senyawa silikon, antiseptik, babi yang diturunkan kolagen dan ekstrak alkohol.

Lebih lanjut, pabrik yang memproduksi kosmetik halal ini harus dilengkapi dengan garis aturan yang hanya untuk produk halal dan mengelola bahan baku secara terpisah. Inilah sebabnya mengapa kosmetik halal lebih mahal daripada kosmetik biasa hingga sebesar 20 sampai 30 persen. Tapi kosmetik halal-ditandai diterima secara luas oleh wanita Muslim, berarti produsen dapat membangun reputasi dan loyalitas merek dengan cepat.

Menurut riset Cosmax, pasar kosmetik halal global diperkirakan bernilai lebih dari 100 triliun won ($88 milyar). Pasar ini diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 13,6 persen antara tahun 2014 dan 2019. Pasar kosmetik Indonesia senilai sekitar 2 triliun won dan mengingat fakta bahwa 87 persen dari 250 juta penduduk negara itu adalah Muslim, itu adalah tujuan optimal untuk menguji kinerja Cosmax sebagai produk halal.

Brand Cosmax sendiri berkaitan dengan warna dan perawatan kulit kosmetik yang disesuaikan dengan karakter perempuan di Indonesia. Konsumen lokal lebih memilih warna kosmetik dengan perlindungan dari matahari, sedangkan produk perawatan kulit dengan minyak nabati banyak mendapatkan popularitas. Untuk itu, sebuah brand bernama ODM Cosmetic Korea bulan ini mulai memasok halal kecantikan dan produk perawatan kulit untuk merek utama kosmetik di Indonesia termasuk kosmetik global yang raksasa, seperti L`Oréal dan Unilever, serta merek lokal di Indonesia; Mustika Ratu dan Zoya Cosmetics. Cosmax mengakuisisi pabrik Indonesia dari L`Oréal pada Desember 2012 dan menerima persetujuan untuk pembuatan kosmetik sejak Maret 2013 dari pemerintah daerah. Keuntungan Cosmax menghasilkan 3.5 milyar won dalam penjualan di Indonesia tahun lalu.

"Kami juga akan memperkenalkan kosmetik yang disesuaikan untuk budaya lokal di Thailand dan Malaysia pada akhir tahun ini," kata Kepala Cosmax Indonesia Lee Geon Ii.

Pasar kosmetik halal di dunia memperkirakan industri ini akan menghasilkan keuntungan senilai 100 triliun won ($ 119 milyar). Selain itu, industri ini juga dijadwalkan untuk tumbuh rata-rata hingga 13,6 persen per tahun sampai tahun 2019. Sedangkan Korea Selatan sebagai pemain baru di industri ini secara perlahan mengambil berbagai peluang yang datang, meskipun sedikit sulit menemukan bahan baku pembuatan kosmetik  di negeri tersebut.

Korea Muslim Federation, satu-satunya badan lokal yang memberikan sertifikasi halal di Korea Selatan bersama The Korea Herald sejauh ini menyetujui produksi kosmetik halal, misalnya yang baru-baru ini sedang terkenal di negeri tersebut yaitu produk lembaran masker wajah yang dibuat oleh merek lokal Dr. Maris. (fau/halalfocus)

 


Back to Top