Ini Alasan Orang Amerika Banyak Masuk Islam

(gomuslim). Amerika adalah kiblatnya budaya kebebasan, entah itu bebas berbicara, bebas berekspresi maupun bebas dalam beragama. Namun, selain menghormati kebebasan, negara ini juga menghormati hak. Dan hak inilah yang  akan menjadi payung hukum dalam setiap tindakan yang dilakukan warganya.

Selain hak dan kebebasan, budaya Amerika sangat kental sekali dengan kedisiplinan dan kerja keras. Pun juga pengaruh teknologi memaksa masyarakat negara ini untuk berpikir logis.

Dari karakter-karakter ini, akan ada banyak alasan bagi warga Amerika untuk memilih agama Islam sebagai agama yang tepat untuk dianut.

Pertama, agama Islam adalah agama yang sangat logis. Dari apa yang diajarkan kitab suci Al Qur’an, banyak sekali penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cocok dengan ayat-ayat yang tertulis di dalam Al Qur’an. Selain tentang ilmu pengetahuan, Islam sangat jelas mengajarkan bahwa Sang Pencipta itu satu. Yang berarti tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah. Tidak ada embel-embel lain yang menunjukkan banyaknya penuhanan di dalam Islam.

Kedua, Islam mengajarkan tentang kesamaan hak. Tidak ada perbedaan sosial antara pemeluk Islam, kecuali ketakwaan di mata Allah. Semuanya sama, entah yang berkulit hitam, berkulit putih atau berkulit sawo matang. Semua derajatnya sama di Mata Allah. Hak disini juga berkaitan dengan privasi, yang kebanyakan masyarakat Amerika butuh privasi. Dan Islam sangat menghargai privasi, misalnya ketika pemeluknya ingin langsung berhubungan dengan Tuhan, tanpa perlu perantara di dalam bilik pengakuan dosa dengan pendeta.

Yang ketiga adalah kedisiplinan, banyak orang Amerika yang melakukan kedisiplinan dan kerja keras. Namun mereka bingung ketika melakukan rutinitas hidup setiap harinya. Mereka berpikir kedisiplinan dan kerja keras yang selama ini dilakukan untuk apa.

Imam Shamsi seorang Imam salah satu masjid di New York menuturkan, di Amerika sendiri orang-orang dimanjakan dengan teknologi dan material. Namun mereka selalu merasakan kebimbangan, termasuk bingung dalam menentukan jalan hidup. Sementara Islam memiliki tuntunan yang jelas mengenai siapa dan untuk apa tujuan hidup manusia.

Hal serupa yang diungkapkan salah seorang tokoh muslim Indonesia, Imam Mohamad Joban menjabat sebagai Imam Mesjid Ar Rahmah di Redmond, Washington, berbagi pengalaman hidup sebagai muslim di Amerika, dalam diskusi kehidupan beragama di Pusat Kebudayaan @america, Jakarta, Minggu (15/06/2014).

“Banyak media di Amerika yang menyebutkan kalau Islam adalah agama yang paling pesat penyebarannya di Amerika. Islam adalah agama masa depan di Amerika. Karena Islam mengajarkan kebersihan, Islam juga mengajarkan kita toleransi. Disini sebagai seorang da’I, saya pergi ke kampus, penjara dan gereja disini semua bebas sekali, tidak ada yang menghalangi,” tambah Imam Mohamad Joban.

Mereka juga banyak masuk Islam, karena mereka menilai perilaku umat Islam yang sesuai dengan perintah agamanya.

“Jadi banyak orang Amerika yang masuk Islam karena bertemu dengan muslim yang mereka nilai seperti Al Quran berjalan,” ungkap Imam Joban.

Dari sebuah penelitian Pew Research Center memperkirakan ada sekitar 3,3 juta Muslim dari segala usia yang tinggal di Amerika Serikat pada tahun 2015. Ini berarti bahwa umat Islam berjumlah sekitar satu persen dari total penduduk Amerika Serikat (sekitar 322 juta orang pada tahun 2015). Dan angka itu akan terus bertambah pada tahun 2050.

Jadi, masyarakat Amerika semakin sadar, mana agama yang tepat atau tidak tepat bagi kehidupan mereka. (mrz/dbs)   


Back to Top