Haji 1437 H/ 2016 M

Calon Haji Sudah Berdatangan, Pengurus Masjidil Haram Beri Bimbingan Manasik

(gomuslim). Asia Selatan merupakan kawasan negara yang pertama kali mengirimkan jemaah haji ke Arab Saudi pada musim ini. Kini beberapa dari mereka telah memasuki Masjidil Haram dan melakukan umrah sebelum haji di bulan Dzulhijjah. Seiring dengan kedatangan mereka di Masjidil Haram, otoritas terkait di masjid tersebut langsung melaksanakan tugasnya berkenaan dengan penyambutan serta bimbingan.

Terkait hal tersebut, Anggota Dewan Amar Makruf Nahi Munkar (DAMNM) di Masjidil Haram menerima perwakilan jemaah haji Banglades saat mereka telah tiba di sana. Ketua DAMNM Syeikh Majid bin Shalih As Sa’idy menjelaskan bahwa para jemaah menyaksikan bimbingan terkait sifat umrah yang baik dan benar selain itu hal-hal yang merupakan kesalahan dalam pelaksanaan ibadah haji juga disampaikan kepada mereka.

Syeikh Majid pun menekankan bahwa anggotanya senang dengan para jemaah atas kehadiran mereka di masjid suci ini, bahkan mereka pun membagikan beberapa buku dan selebaran yang menjelaskan tata cara manasik serta keutamaan Masjidil Haram.

Pada dasarnya, hal yang perlu untuk diketahui oleh seluruh jemaah adalah mengenai kewajiban DAMNM sebagai lembaga yang bergerak dalam tugasnya menyampaikan pedoman terkait ibadah haji dan umrah. Dengan demikian lembaga yang dibentuk oleh Dewan Kepengurusan Masjid  Haramain adalah unit bimbingan yang juga memberikan penjelasan terkait hal-hal semestinya dilakukan oleh jemaah atau hal-hal yang semestinya dihindari.

Dari jutaan jemaah haji yang datang ke Tanah Suci, terdapat beberapa jemaah yang boleh jadi belum mengetahui atau belum dapat mengukasai tatacara pelaksanaan rukun-rukun haji. Sehingga dengan demikian DAMNM sebagai unit kerja yang tergolong efektif guna membimbing jemaah.

Bimbingan yang disampaikan oleh DAMNM tidak hanya dilakukan pada saat musim haji saja, pengarahan dalam bentuk seminar terkait ibadah haji dan umrah atau tentang kemuliaan Tanah suci juga kerap disampaikan pada bulan lainnya. Sebelum bulan Ramadhan unit kerja ini juga mengadakan pelatihan bertema “Meagungkan Tanah Suci” terhadap pelajar Saudi. Tujuan dari seminar ini merupakan bentuk dari sosialisai agar generasi muda dapat mengerti beberapa hal yang dilarang untuk dilakukan di area Tanah Suci.

Pada dasarnya penamaan Tanah Suci di area Mekkah dan Madinah tidak terlepas dari hal-hal yang diharamkan di sana seperti penebangan pohon, pembunuhan, bahkan non Muslim dilarang untuk memasuki Tanah Suci, karena itulah dinamakan dengan Tanah Haram yang artinya banyak hal negatif yang hukumnya haram dilakukan di sana. (fh/gph)


Back to Top