Haji 1437 H/ 2016 M

Rombongan Haji Indonesia Pertama Tiba di Madinah, Proses Imigrasi Cepat dan Lancar

(gomuslim). Beberapa Rombongan jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah. Kedatangan mereka disambut oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebrial, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo, Kapuskes Haji Muchtaruddin Mansur, Ketua PPIH Saudi Arabia Ahmad Dumyati, dan General Manager Garuda di Arab Saudi Muhammad Luthfi. "Proses pemeriksaan di imigrasi Bandara berlangsung cepat dan lancar,"ujar Agus Maftuh, Rabu pagi (10/08/2016), pukul 10.16 waktu setempat.

Beberapa rombongan jemaah yang tiba di madinah merupakan rombongan yang berasal dari Padang berjumlah 444 jemaah, Jakarta Pondok-Gede berjumlah 388 jamaah, Batam berjumlah 445 jamaah, Makassar berjumlah 450 jamaah, Surabaya berjumlah 445 jamaah, Jakarta-Bekasi berjumlah 445 jamaah), Medan berjumlah 388 jamaah, dan Jakarta Pondok-Gede, 388 jamaah.

Pemeriksaan jemaah haji di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz ini berjalan lancar dan cepat. Menurut Direktur Petugas pemeriksaan paspor di bandara AMAA Madinah Jendal Sulaiman bin Abdul Aziz Al Yahya menjelaskan bahwa, pelayanan di bandara ini dilakukan dengan sebaik dan secepat mungkin dengan tujuan untuk mempermudah jemaah haji yang ingin memasuki kota Madinah. Di mana di bandara ini difungsikan 4 terminal haji dengan fasilitas lebih dari 60 counter pemeriksaan selain terminal utama yang terdiri dari 30 counter.

Pelaksanaa pemeriksaan jemaah pun dilakukan secara bersinergi dengan otoritas bandara. Sampai saat ini Sulaiman menjelaskan bahwa sudah beberapa jemaah dari berbagai negara yang tiba dan lolos tahap pemeriksaan dengan mudah tanda ada kesulitan dan masalah.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2016 Nurul Badruttamam menjelaskan bahwa pemiraksaan berjalan lancar kurang dari dua jam jemaah telah selesai diperiksa dan langsung menuju penginapan, “Setelah melalui proses imigrasi dan klaim bagasi, jamaah sudah bisa meninggalkan bandara kurang dari dua jam,” ujar Nurul.

Selanjutnya Nurul pun menyampaikan proses kedatangan jamaah haji di bandara AMAA berjalan lancar. Terlebih kedatangan Kloter PDG 1 (Padang, Sumatra Barat) di Bandara AMAA Madinah lebih cepat 29 menit dari jadwal semula yang diperkirakan tiba pada pukul 10.45 WAS. Namun pada sisi lain, kedatangan jamaah Kloter UPG 1 (Sulawesi) memang mengalami keterlambatan lantaran ada kerusakan pesawat saat masih berada di Bandara Makassar, Sulawesi Selatan. 

Sehingga akibat hal tersebut 450 calon jamaah haji asal Kabupaten Soppeng dan Kota Makassar yang sudah berada di pesawat pada Selasa pagi, terpaksa diturunkan dan dibawa kembali ke Asrama Haji Sudiang, Makassar. Terkait hal ini pihak Garuda menjelaskan bahwa keterlambatan yang dialami oleh jemaah haji pada Selasa disebabkan masalah yang terjadi pada system navigasi penerangan pesawat. Sehingga demi keselamatan spare part  tersebut harus diganti dan prosesnya memakan waktu yang cukup lama, selanjutnya jemaah yang gagal berangkat akan dijadwal ulang untuk pemberangkatan Kloter UPG 1 yang semula terbang ke Madinah pada pukul 09.40 WITA menjadi 15.30 WITA.

Meski sempat terjadi masalah teknis dalam penerbangan, namun keterlambatan waktu hanya selisih beberapa jam saja sehingga tidak berdampak serius terhadap kegagalan pemberangkatan haji ke Tanah Suci. Pada akhirnya jemaah pun dapat diterbangkan menuju Madinah, selain itu pelayanan di sana juga merupakan hal yang penting untuk selalu diperhatikan oleh otoritas terkait baik dari Indonesia maupun Arab Saudi.

Seperti yang telah dijelaskan oleh Sulaiman bahwa pihaknya dalam pemeriksaan jemaah akan bekerja secara maksimal dan cepat. Sehingga dengan demikian jemaah tidak mengalami kebosanan dan kehilangan paspor. Hal semcam ini tentunya diharapkan tetap berlangsung tanpa ada perubahan, justru pelayanan yang telah dianggap baik harus dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan. (fh/Alriyadh)


Back to Top