Produk Halal Jadi Penopang Destinasi Wisata Halal Aceh

(gomuslim). Aceh menjadi satu dari tiga daerah yang dipilih sebagai percontohan destinasi halal Indonesia, selain Lombok dan Padang. Untuk itu, beragam hal sedang ditingkatkan Pemerintah Daerah Aceh untuk memberikan fasilitas mumpuni bagi para wisatawan muslim yang datang ke Provinsi yang diberi julukan Serambi Mekkah ini. Selain persiapan destinasi wisata halal, produk halal pun menjadi perhatian khusus demi menciptakan brand Aceh sebagai destinasi wsiata halal pilihan di Indonesia.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan sertifikasi halal pada usaha dan produk makanan, minuman dan produk lainnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkokoh status Aceh sebagai destinasi wisata halal di Indonesia.

“Artinya, semua proses dan prosedur usaha yang dijalankan dilaksanakan sesuai dengan aturan Syariat Islam,” jelas Zaini, seperti dilansir dari publikasi resmi DisbudparAceh.

Zaini mengatakan menyambut baik penyerahan sertifikat halal kepada sejumlah pelaku usaha di Aceh mengingat saat ini Aceh merupakan salah satu destinasi wisata halal di Indonesia dan dunia. Untuk itu, Dia mengimbau agar pelaku usaha lainnya agar dapat mendaftarkan produknya guna dikeluarkan produk halal sehingga berbagai produk makanan, minuman dan lain yang beredar di Aceh terjamin kehalalannya.  Apalagi Aceh memang dikenal sebagai surganya pecinta kuliner dengan makanan khas; mie Aceh dan teh tarik yang melegenda. Adapun jenis usaha halal yang dimaksud Gubernur Aceh tersebut diantaranya hotel halal, makanan dan minuman halal, paket wisata halal dan destinasi wisata yang ditunjang oleh fasilitas pendukung yang berstandar halal.

Dia mengatakan untuk mewujudkan program tersebut diperlukan kerja sama dan sinergi dari semua komponen di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

“Peran serta para ulama juga sangat penting, terutama sebagai rujukan dalam memberikan standar dan penilaian tentang status kehalalan suatu produk maupun jenis usaha,” katanya.

Hal tersebut juga sebagai bentuk dukungan pada perkembangan industri wsiata halal di Aceh yang semakin pesat. Menurut Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani industri pariwisata Aceh juga mengalami kemajuan yang cukup baik. Hal ini tidak terlepas dari keterbukaan masyarakat Aceh dan keberhasilan rekonstruksi Aceh hampir 12 tahun yang lalu yang didukung oleh ribuan masyarakat internasional untuk membangun kembali Aceh dari berbagai kehancuran pasca bencana Tsunami.

Katanya, keberhasilan rekonstruksi Aceh tersebut juga telah berhasil memperkenalkan dan mempromosikan keberagaman potensi Aceh di luar negeri melalui promosi mulut ke mulut words of mouth promotion, seperti pesona alam, keramahan masyarakat, keunikan masakan khas Aceh, keindahan seni budaya dan kebesaran sejarah masa lalu dan peninggalan Tsunami.

Penunjukan Aceh sebagai tujuan wisata halal yang ramah Muslim sebagai sebuah market baru dalam industri pariwisata menjadi peluang dan tantangan baru bagi masyarakat dan Pemerintah Aceh sebagai tuan rumah yang baik dalam menyambut dan melayani wisatawan melalui pelayanan maksimal berbasis halal.Dikenalnya Aceh dengan Serambi Mekkah, Bumi Iskandar Muda, Bumi Srikandi, Daerah Modal, Tanah Rencong dan keberadaan beberapa ulama besar dan kharismatik, seperti Syekh Abdurrauf, Syekh Maulana Abdul Aziz Shah, Syamsuddin Assumatrani, Nuruddin Arraniry dan Hamzah Fanshuri yang pernah memberi andil besar dalam kejayaan sejarah Aceh bisa memperkuat positioning Aceh sebagai tujuan wisata dan gaya hidup halal.

Selain itu, berbagai atraksi budaya sebagai tujuan wisata dan gaya hidup halal juga sedang gencar dilaksanakan, di antaranya Aceh International Rapa’i Festival, Aceh Culinary and Coffee Festival, PKA Aceh, Pagelaran Putroe Phang Art, Festival Sabang Fair, Festival Pulau Banyak, Peringatan Tsunami Aceh dan atraksi wisata lainnya, seperti Sabang Marine Festival, Aceh Bike Cross Country, Pacu Kuda, Aceh Surfing Championship dan Aceh Leuser Internatioanl Rafting Festival. (fau/dbs)

 

 

 

 


Back to Top