Otoritas Saudi Sambut Kedatangan Jemaah Haji Indonesia Bak Tamu Kehormatan

(gomuslim). Rombongan demi rombongan, jemaah asal Indonesia akhirnya tiba di Madinah. Rasa syukur terhadap Allah pun tak lupa dipanjatkan manakala impian yang telah ditunggu bertahun-tahun kini terwujud dan berada di depan mata. Sebelum kedatangan mereka di Madinah, terlebih dahulu jemaah asal Asia Selatan telah memasuki area Tanah Suci dan mendapat sambutan dari otoritas Saudi.

Kini Saudi telah kedatangan jemaah yang berasal dari Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Anggota Majlis Yayasan Lembaga Sipil (MYLS) datang menyambut kedatangan tamu Allah asal Indonesia, penyambutan yang mereka  lakukan atas perintah langsung dari ketua yayasan tersebut Hatim bin Jakfar. Kemudian jemaah Indonesia diantar oleh Penanggung Jawab Urusan Haji Indonesia Hasan Nasrullah ke Kantor Haji Indonesia di Madinah. Jemaah haji Tanah Air diperlakukan bak tamu kehormatan negara, manakala mereka turun dari bus pengankut jemaah haji mereka langsung disambut dengan tebaran bunga serta kurma yang dikemas sedemikian rupa sebagai simbol kebahagiaan mereka atas datangnya tamu Allah.

Saat kedatangan jemaah asal Indonesia di Bandara AMAA Madinah, beberapa pegawai bandara serta anggota MYLS datang menyambut dengan memberikan bunga mawar merah, kurma dan air Zamzam. Mereka memperlakukan jemaah Indonesia bak tamu kehormatan semua ini dilakukan karena rasa senang terhadap kedatangan jemaah haji asal Indonesia.

Terkait dengan jemaah haji asal Indonesia, sumber pemberitaan resmi Bandara AMAA menyebutkan bahwa rombongan pertama jemaah Indonesia yang tiba di Madinah berjumlah 445 jemaah haji dari sekitar 180 ribu jemaah haji Indoneisa yang akan menyusul pada musim haji tahun ini. Pihak bandara pun menyampaikan bahwa mereka akan bekerja keras untuk memberikan layanan terbaik kepada jemaah. Semua ini berdasarkan perintah langsung Gubernur Madinah, Ketua Komite Haji di Madinah serta Menteri Haji dan Umrah Saudi Dr. Muhammad Shalih Bantan.

Otoritas Bandara AMAA telah menyebutkan bahwa jumlah jemaah haji asal Indonesia diprediksi sekitar 180 ribu orang. Namun kuota yang diberikan oleh Pemerintah Saudi terhadap Indonesia hanya berjumlah 168.800 orang. Dari perbedaan data yang disampaikan oleh otoritas Bandara AMAA, kemungkinan besar disebabkan oleh kedatangan jemaah yang memilih jalur lain di luar pemerintah untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Karena ada kemungkinan jemaah asal Indonesia melakukan pemberangkatan haji lewat jalur pribadi atau agen di negara lain.

Meski demikian, pada dasarnya kuota jemaah haji Indonesia sebelum renovasi Masjidil Haram mencapai 211.000. Maka tidak heran jika Indonesia adalah negera terbesar dalam pengiriman jemaah haji jika dibandingkan dengan negara-negara lain, bahkan tahun ini, jemaah Saudi yang menunaikan ibadah haji hanya berjumlah sekitar 75 ribu orang. Demikian pula halnya dengan jumlah jemaah asal negara-negara timur tengah yang tidak melebihi jumlah jemaah haji asal Indonesia.

Walaupun  secara geografis letak Indonesia tergolong jauh dari Mekkah dan Madinah, namun antusias masyarakatnya untuk dapat menunaikan rukun Islam kelima ini tergolong besar. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat Muslim Indonesia atas pentingnya ibadah haji bagi yang mampu. (fh/Alriyadh)


Back to Top