Terjemahan Ayat Alquran Berbahasa Indonesia Akan Mengudara di Masjidil Haram

(gomuslim). Jemaah haji yang kini telah memasuki negara Arab Saudi, tentunya tidak semuanya mengerti bahasa penyampai sehari-hari yang kerap digunakan di sekitar Masjidil Haram. Maka dari itu penting dilakukan agar informasi atau hal lain terkait materi keagamaan yang disampaikan dengan bahasa Arab dapat dipahami oleh sebagian besar jemaah.  

Terkait dengan hal itu, maka Lembaga Penerjemah di Masjidil Haram (LPMH) telah menyelesaikan program penyiaran bacaan tartil Alquran dan terjemahannya dalam 5 bahasa yang disiarkan secara langsung di radio. Adapun pembacaan tartil Alquran tersebut dari para imam di Masjidil Haram namun penerjemahannya memalui LPMH yang berwenang untuk mengembangkan penerjemahan di sana.

Direktur Lembaga Penerjemah di Masjidil Haram Walid Ash Shaq’aby menjelaskan bahwa bahasa terjemah ayat Alquran yang disampaikan secara bergantian adalah bahasa Inggris, Urdu, Prancis, Indonesia, dan Persia. Selanjutnya mengenai waktu penyiaran terjemahan Alquran akan dilakukan setiap malam dan telah dimulai pada awal Ramadhan kemarin sebanyak 30 juz.

Shaq’aby menjelaskan bahwa peyiaran terjemahan ayat Alquran dilakukan melalui siaran langsung radio setelah shalat tarawih dan telah selesai namun kembali lagi dimulai pada pukul 04:30 sore pada keesokan harinya agar dapat didengar oleh jemaah dari berbagai negara.

Selain penerjemahan ayat Alquran, lembaga ini juga melakukan penerjemahan khutbah yang disampaikan oleh Imam Masjidil Haram. Namun pada sisi lain, pengurus Masjidil Haram juga menginstruksikan agar lembaga ini harus menyediakan ruang penerimaan saran dari para pemerhati memalui email demi pengembangan selanjutnya. Sehingga dengan demikian bagi siapa pun dapat mengajukan saran dan kritik yang membangun terhadap lembaga ini.

Shaq’aby juga menandaskan bahwa dalam penyampaian terjemahan ayat Alquran atau khutbah bertujuan agar seluruh jemaah dapat memahami arti ayat Alquran maupun khutbah yang disampaikan. Dengan demikian, tentunya jemaah juga dapat berkontribusi melalui saran agar penerjemahan dapat berjalan baik dan dapat dikembangkan.

Selain upaya penerjemahan, lembaga ini juga membagikan media untuk dapat didengar semacam portable radio. Pada bulan Ramadhan 1437 H, sebanyak 73 ribu media yang telah diterjemahkan dibagi kepada jemaah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 ribu media berbahasa Urdu adapun selebihnya menggunakan bahasa Inggris, Indonesia, Prancis dan Persia.

Penerjemahan informasi atau literatur yang disebar di Masjidil Haram tentunya sangat membantu jemaah yang pada dasarnya berasal dari berbagai bangsa dan bahasa. Indonesia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang bahasanya kerap diperhatikan. Hal ini terlihat dari setiap terjadinya upaya penerjemahan maka Bahasa Indonesia tidak luput dari perhatian para penerjemah, mengingat jemaah asal Indonesia merupakan jemaah terbanyak jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya khususnya ketika musim haji berlangsung. (fh/Almadina)


Back to Top