Minimalisasi Suhu Udara, 208 Kipas Angin Dipasang di Mekkah dan Madinah untuk Jemaah Haji

(gomuslim). Udara panas yang melanda Saudi pada saat musim haji berlangsung, menggerakkan Departemen Kesehatan untuk memasang 208 Kipas di Mekkah dan tempat terletaknya situs-situs suci. Pemasangan kipas ini bertujuan untuk menyirkulasi udara panas agar dapat meringankan teriknya panas sinar matahari di sana.

Tingginya suhu udara berdampak negatif terhadap ketahanan fisik jemaah, sehingga dengan pemasangan kipas khusus ini maka hal tersebut dapat diminimalisasi. Kipas yang dipasang merupakan kipas yang tidak hanya mendinginkan udara namun juga menyemprotkan air sehingga dapat mempengaruhi tingginya temperatur udara di sekitarnya. Kipas-kipas ini merupakan fasilitas yang akan dipasang di Mekkah maupun Madinah agar jemaah dapat merasakan kenyamanan saat beribadah.

Ketika musim panas berlangsung seperti sekarang ini, maka seorang pejabat Dinas Kesehatan Saudi menyampaikan bahwa suhu panas berdampak pada peningkatan jumlah pasien di rumah sakit Al Anshar Madinah. Jumlah pasien yang sakit karena suhu udara yang panas bertambah 79 orang sehingga keseluruhan jumlah pasien di sana menjadi 216 orang.

Untuk persiapan penanganan kesehatan jemaah haji pada musim panas ini, maka Dinas Kesehatan Saudi telah mempersiapkan empat rumah sakit di Arafah dan Mina. Selain itu terdapat 80 pusat kesehatan masyarakat di Arafah, Mina dan Muzdalifah yang telah siap melayani jemaah haji yang sakit dalam menjalankan ibadah.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan Saudi telah menetapkan 15 tempat pengawasan kesehatan atau posko kesehatan di bandara, terminal dan pelabuhan. Tempat-tempat tersebut berfungsi sebagai pemeriksaan jemaah terkait tindakan pencegahan penyakit menular, di antara kegiatan yang dilakukan di tempat tersebut adalah pelaksanaan vaksinasi jemaah haji.

Terkait dengan penyebaran 15 posko kesehatan tersebut, maka pejabat Dinas Kesehatan Madinah menyampaikan bahwa jika ditemukan ada jemaah yang belum divaksin maka di tempat itulah akan dilakukan vaksinasi, “Jika mereka belum divasksin, maka akan diberikan vaksin sesuai dosis yang ditentukan pada posko tersebut,” ujarnya.

Terkait dengan perhatian kesehatan jemaah haji, maka Kementerian Kesehatan telah merekrut lebih dari 22.000 orang yang terdiri dari berbagai kategori disiplin spesialis kedokteran, teknik dan administratif sehingga mereka pun siap melayani jemaah haji. Di antara 22.000 orang yang terpilih terdapat sekitar 400 orang petugas medis spesialis, perawat dan petugas yang siap menangani keadaan darurat.

Untuk kepentingan kesehatan jemaah haji, maka Dinas Kesehatan juga mensosialisasikan kesadaran kebersihan badan, masakan, dan hal lainnya terkait kebersihan area jemaah. Hal ini dilakukan, guna menghindari penyakit seperti disentri, typus, keracunan makanan maupun kolera.

Penggunaan masker pun diimbuau bagi jemaah haji gunah mencegah infeksi pernapasan, sakit tenggorokkan dan radang paru-paru. Karena pada musim panas, terkadang angin di Saudi bertiup kencang dan menerbangkan debu padang pasir yang berpotensi mempengaruhi kesehatan paru-paru. Adapun bagi jemaah hai yang mengidap penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, jantung, asma, arthritis, migrain, epilepsi, penyakit kulit, penyakit kejiwaan dan asam lambung maka jemaah tersebut harus memiliki obat sesuai dengan anjuran medis.

Kesehatan merupakan hal krusial yang dapat mempengaruhi kelancaran ibadah haji, maka bagi jemaah pengidap penyakit yang rentan kambuh, diharapkan untuk menjaga kesehatannya serta membawa obat khusus penyakit tersebut. Sejatinya harapan segenap umat Muslim jemaah haji dapat melaksanakan ibadahnya dengan lancar tanpa gangguan apapun. Namun jemaah haji harus menyadari akan pentingnya kesehatan, sehingga kebersihan adalah faktor penting untuk mewujudkan kelancaran aktivitas ibadah. (fh/AN)


Back to Top