Jamu Tradisional Disangka Narkoba, Jemaah Haji Ditangkap

(gomuslim). Satu kata yang dapat mewakili peristiwa ini, “Kocak”. Inilah yang terjadi jika membawa benda yang tak lazim di daerah lain, budaya lain dan negara lain. Seseorang yang akan bepergian jauh memang perlu membawa barang perlengkapan yang dibutuhkan untuk jaga-jaga. Misalnya jamu atau minyak kayu putih. Benda ini akan sangat berguna bila sewaktu-sewaktu terkena masuk angin atau sakit mendadak. Namun perlu diingat, yakni harus memperhatikan aturan dari tempat atau negara yang akan kita singgahi.

Seperti yang terjadi pada Jemaah haji asal Pamekasan, Jawa Timur ini, ditangkap oleh pihak keamanan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi, pada hari Rabu (10/08/2016) pukul 23.06 WAS karena kedapatan membawa jamu tradisional dan jimat rajah . Niat awalnya untuk menjaga kesehatan dan kekuatan fisik saat berhaji, namun sayang yang terjadi malah sebaliknya.

 

Ialah Ahmad Malik Tarsawi (46 tahun), Jemaah haji kloter SUB 3, kebetulan juga menjabat sebagai Ketua Rombongan 8, ditahan karena jamu yang ia bawa diduga narkoba oleh pihak bandara. Ia juga di denda sebesar 607 riyal atau Rp 2,1 juta oleh Bea Cukai Bandara AMAA madinah, seperti yang dikonfirmasi oleh Kepala Daerah Kerja Airport Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam Makkiy, pada kamis (11/08/2016).  

Nurul menambahkan, ia sebelumnya sudah menjelaskan kepada pihak bandara bahwa barang yang diduga narkoba itu hanyalah jamu tradisional dari sarang tawon yang dikeringkan. Jamu tersebut merupakan titipan dari seseorang yang belum diketahui identitasnya.

Terkait dengan jimat rajah, Nurul menjelaskan bahwa barang yang dibawa Jemaah haji Malik itu sebenarnya merupakan pemberian dari orang alim dari daerahnya. Sebagai perlindungan diri dari bala dan musibah. Ia juga menjelaskan kepada petugas, bahwa hal tersebut sudah lazim dan sering ditemui sebagai sebuah tradisi di kampung halaman Malik.

Kabar terakhir, Jemaah haji yang bersangkutan sudah dialihkan ke Kantor Pusat BIN (Badan Narkoba) Madinah Wilayah Al-Hizam. Setelah sebelumnya ditahan BIN Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Dihimbau bagi Jemaah haji yang belum berangkat, untuk mengantisipasi membawa barang bawaan yang mencurigakan. Sebelum nantinya diperiksa oleh pihak keamanan Bandara Arab Saudi, ditakutkan kesalahpahaman yang sama terulang lagi. Semoga kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran. (mrz/dbs)


Back to Top