Jelang Pemberangkatan, 9.124 Visa Haji Jateng dan Yogyakarta Belum Selesai

(gomuslim). Penerbitan visa kerap menjadi masalah yang menghambat keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH). Pokok masalah dari keterlambatan penerbitan visa terletak pada sistem kerja yang diterapkan di Kedutaan Besar Arab Saudi, pasalnya paspor jemaah telah terkumpul dan siap untuk dilakukan pengurusan visa namun ketika hendak berangkat visa tak kunjung selesai.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menyampaikan dari total 26.561 jemaah Jawa Tengah dan Yogyakarta terdapat 9.124 jemaah yang belum mendapatkan visa, “Saat ini kita terus melakukan koordinasi dan upaya persiapan lainnya. Karena dari total 26.561 jamaah di Jawa Tengah dan DIY, masih ada 9.124 visa yang belum jadi,” ujar Kasubag Penerangan Humas dan Protokoler Panitia Penyelengara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Agus Widakdo.

Dari 9.124 visa jemaah haji jika dirinci sebanyak 9.004 visa CJH Jawa Tengah belum selesai dan 120 visa CJH Yogyakarta juga belum keluar, meski PPIH Solo menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan proses percepatan penerbitan visa namun hal itu juga tergantung dari kinerja Kedutaan Arab Saudi. “Pada dasarnya, semua paspor jamaah sudah kita proses. Hanya saja kita masih menunggu kabar selanjutnya dari Kedutaan Arab Saudi untuk visanya,” jelas Agus.

Adapun untuk proses percepatan penerbitan visa haji, PPIH Solo masih terus berusaha dengan mengirim personel ke Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan prosedur pengurusan administrasi visa menumpuk di Kedutaan Arab Saudi. “Petugas di kabupaten atau kota seluruhnya sudah kita gerakkan hingga selesai. Sampai provinsi pun sudah menyelesaikan tugasnya, yang bermasalah memang di Kedubesnya,” ujar Agus.

Terkait dengan persoalan kekurangan visa pada musim haji tahun ini, menurut Agus, relatif lebih mudah diselesaikan karena bentuk fisik visa yang hanya menggunakan kertas A4. Sedangkan musim haji tahun lalu keterlambatan pengeluaran visa disebabkan karena bahan yang digunakan adalah stiker.

Sementara itu Asisten Kesra Provinsi Jawa Tengah Budi Wibowo mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan seluruh CJH agar memfokuskan diri beribadah. Sebab persoalan visa atau lainnya merupakan persoalan yang dapat diurus oleh PPIH dan pihak-pihak terkait. Sehingga hal tersebut jangan sampai mengganggu konsentrasi ibadah CJH. “Luruskan niat, fokus ibadah. Segala urusan di rumah atau di tempat lain kami minta untuk sementara ditinggalkan,” tandas Budi.

Persoalan keterlambatan visa semestinya tidak harus terulang setiap tahun, pasalnya hal tersebut dapat dikerjakan jauh hari sebelum keberangkatan. Jika paspor telah terkumpul lengkap, seharusnya visa dapat diproses dengan cepat. Sampai saat ini berkas jemaah haji masih menumpuk di Kedutaan Arab Saudi untuk kepentingan pengurusan visa, namun dari 168.800 jemaah haji Indonesia, semestinya penyelesaian visa dapat dirumuskan sehingga terwujudnya sistem kerja efektif agar tidak terjadi persoalan seperti sekarang ini. (fh)


Back to Top