Rapat Petugas Keamanan

Rawan Terjadi Kecelakaan, Selama 3 Hari Otoritas Saudi Bahas Keamanan Jemaah Haji

(gomuslim). Musim haji yang berlangsung sekitar 2 bulan ini, menjadi hal yang banyak dibahas oleh sejumlah pihak dari berbagai negara. Dalam hal ini Arab Saudi yang dapat dikatakan sebagai tuan rumah, melakukan upaya-upaya persiapan petugas negara untuk dapat membantu kelancaran manasik tahun ini.

Berkenaan dengan itu, petugas Pertahanan Sipil Riyad baru-baru ini melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Mekkah terkait keamanan dan kesiapan tenaga medis pada musim haji tahun ini. Rapat dipimpin yang berlangsung secara bertahap selama 3 hari ini dipimpin oleh Jenderal Hamad bin Abdul Aziz Al Mubaddil selaku Komandan Pertahanan Sipil Riyad.

Rapat ini juga membahas berbagai topic menyangkut kegiatan haji di Arab Saudi seperti keamanan stasiun kereta di area Tanah Suci kemudian kesiapan tenaga medis dalam penanganan jemaah haji yang sakit.

Jenderal Mubaddil menyampaikan dalam rapat tersebut, agar pihak militer dapat bekerjasama dengan pihak lainnya untuk membantu jemaah haji demi kelancaran ibadah. Dengan demikian pihak yang dilibatkan tidak terbatas pada petugas keamanan dan tenaga medis, namun pihak pengembang kota Mekkah juga dilibatkan untuk andil dalam menyediakan fasilitias bagi jemaah haji.

Sejatinya keamanan dan kenyamanan jemaah tidak terlepas dari aturan serta partisipasi otoritas setempat dalam menjalankan tugasnya. Banyak hal yang mungkin terjadi di luar prediksi, karena itu segenap petugas yang ditugaskan mendampingi jemaah harus dapat mengambil tindakan tepat dalam keadaan darurat.

Jutaan jemaah yang diperkirakan hadir di Tanah Suci, membutuhkan pendampingan intensif dari segenap pihak tak terkecuali petugas haji Saudi maupun non-Saudi. Jika bercermin dari musim umrah Ramadhan, di mana satu orang petugas keamanan harus mengawasi 30 jemaah. Angka perbandingan tersebut berdasarkan perkiraan kapasitas Masjidil Haram dengan daya tampung 900.000 orang. Namun pada faktanya menjelang akhir Ramadhan 1 juta jemaah telah mendatangi Masjidil Haram, sehingga terjadi kepadatan jemaah yang berisiko pada keselamatan.

Sementara pada sisi lain, suasana musim haji dan umrah jauh berbeda di mana pada musim haji jutaan jemaah berkumpul di Arafah dan melewati Mina sehingga terjadi kepadatan serius. Bukanlah hal yang dapat dipandang remeh perkumpulan haji di Mina, telah terjadi kecelakaan lebih dari sekali di area tersebut. Hal ini diharapkan tidak terulang di tahun ini dan semua itu tidak terlepas dari partisipasi semua pihak untuk mengatur kelompok haji atau mengatur jalur pemberangkatan menuju mina.

Sampai saat ini, telah tercatat ratusan ribu jemaah yang telah tiba di Tanah Suci dan masih banyak lagi jemaah yang belum diberangkatkan dari negaranya. Namun sebelum terjadi kepadatan di Mekkah maupun Madinah, sudah semestinya rencana strategi pendampingan jemaah disiapkan. Oleh sebab itu, pihak keamanan Saudi memegang peranan penting terkait keamanan dan keselamatan jemaah haji di musim ini.

Pada rapat yang berlangsung selama 3 hari oleh otoritas keamanan Saudi, banyak membahas rencana strategi penanganan situasi selama musim haji berlangsung. Dalam rapat tersebut petugas terkait diminta komitmennya untuk dapat bekerja maksimal serta saling bekerjasama satu lembaga dengan lembaga lainnya. Koordinasi ini dianggap penting, mengingat persoalan yang kerap dihadapi melibatkan banyak pihak untuk mengatasinya. (fh/Alriyad)


Back to Top