14 Terdakwa Mulai Disidang dalam Kasus Jatuhnya 'Crane' Masjidil Haram

(gomuslim). Bersamaan dengan dimulainya musim haji 2016, pengadilan Arab Saudi juga menggelar sidang kasus ambruknya ‘crane’ di Masjidil Haram pada September 2015 silam. Setidaknya ada 14 terdakwa dihadirkan ke persidangan di Jeddah Saudi Arabia. Sidang berlangsung pada Rabu (11/08/2016) dan akan dilanjutkan bulan depan untuk mendengarkan jawaban para terdakwa.

Demikian dilaporkan Koran Okaz dan Saudi Gazette, Kamis hingga Jumat (12-13/08/2016) secara berturut-turut.  

 

Dalam sidang terbuka itu, para terdakwa dihadirkan secara bersamaan. Mereka dituduh melakukan tindakan kelalaian yang menyebabkan kematian, merusak properti publik dan mengabaikan pedoman keselamatan yang harusnya berlaku. Tampak di antara terdakwa tersebut adalah salah seorang "miliarder" Saudi dari Bin Ladin Grup, warga negara dari Pakistan, Filipina, Kanada, dan beberapa negara Arab lainnya.

Raja Saudi Salman sendiri sebelumnya telah memberi sanksi pada Bin Ladin Grup sebagai perusahaan konstruksi yang selama ini mengerjakan proyek ‘haramain’. Sanksi diberikan atas dasar temuan awal komite investigasi independen yang dibentuk lintas departemen di luar pengadilan yang menyatakan bahwa perusahaan itu adalah yang harus bertanggung jawab atas runtuhnya crane maut.

Tragedi di Masjidil Haram itu menewaskan sedikitnya 108 orang dan melukai sekitar 400 jemaah, termasuk sejumlah Jemaah haji dari Indonesia. Raja Salman juga telah memerintahkan pemberian dana kompensasi bagi korban wafat sebesar 1 juta Saudi Riyal (SAR) atau Rp3,5 miliar dan bagi korban cacat 500 ribu SAR atau senilai Rp1,8 miliar.

Dari arena persidangan tampak semua terdakwa satu suara membantah dakwaan.  Mereka bersikeras dengan pendapat bahwa runtuhnya crane itu disebabkan  cuaca buruk. Saat kejadian memang sedang hujan dan badai disertai angin kencang. Ada beberapa crane sejenis di seputar Masjidil Haram, tetapi satu crane tampak terombang-ambing oleh terpaan angin lalu akhirnya tumbang, patah merangsek ke bagian dalam masjid yang dipenuhi Jemaah.

Bantahan para terdakwa secara resmi akan dibacakan pada sidang berikutnya yang dijadwal bulan depan. (mm/okz/sg)

 


Back to Top