Perkuat Ekonomi Umat, MUI Siapkan Tujuh Titik Pusat Inkubator Bisnis Syariah

(gomuslim). Sebagai bentuk dukungan total terhadap perkembangan bisnis syariah di tanah air, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah merumuskan pembentukan tujuh Pusat Inkubasi Bisnis Syari'ah (PINBAS) yang tersebar di beberapa daerah. Pembentukan PINBAS untuk mewujudkan ekonomi Islam lebih maju, berkembang dan kuat sebagai pilar pertahanan akidah umat.

Daerah yang telah dibentuk PINBAS yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Maluku. Juga terdapat PINBAS penyangga tiga wilayah terdekat yaitu Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

"Hasil dari kegiatan di Bandung telah merumuskan program-program untuk ditindaklanjuti, dan dibentuknya tujuh PINBAS se-Indonesia," kata Direktur PINBAS MUI, M Azrul Tanjung, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu kemarin (13/08/2016).

Ia menjelaskan dibentuknya Pinbas agar MUI dapat terlibat langsung mengayomi masyarakat terutama pelaku usaha kecil dan menengah. MUI ingin mewujudkan ekonomi sebagai pilar dalam mempertahankan akidah umat Islam.

"Sebab jika ekonomi umat lemah maka akidah lemah, kedua kita mensyariahkan ekonomi umat," katanya.

MUI melalui PINBAS siap memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha makanan sebagai jaminan bahwa makanan yang dijual halal, dan aman dikonsumsi.

"Industri rumahan seperti bakso, siomay itu seringkali rentan tidak halal, jika ada isu babi mereka langsung gulung tikar untuk itu MUI fasilitasi sertifikasi halalnya," kata dia. 

PINBAS bertujuan untuk melakukan pendampingan terhadap usaha kecil menengah dengan harapan bisa meningkatkan kemampuan usaha tersebut. “Kami cari penyebab usaha itu tidak maju. TIdak hanya soal modal, tetapi bisa juga promosi, pengepakan produk, dan lainnya. Juga kami akan memberi kiat-kiat meningkatkan usahanya,” katanya.

MUI mempunyai perhatian terhadap ekonomi umat karena sebagian besar ekonomi umat Islam tergolong lemah. “PINBAS ini memfasilitasi usaha kecil yang lemah menjadi besar,” kata Azrul yang mengungkapkan prihatin dengan terbatasnya jumlah umat Islam yang terjun ke dunia bisnis.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin mengemukakan, banyak umat Islam yang tidak mempunyai usaha, dan lebih memilih bekerja.

“Ekonomi umat di Tanah Air masih lemah atau miskin. Kemiskinan itu dekat dengan kekafiran. Jika seorang miskin, maka akan mudah dirayu, dan ditipu. Oleh karena itu, MUI berupaya menjadikan ekonomi umat menjadi kuat,” kata Ma’ruf. (mm/mui)


Back to Top