Dari Liga Halal Tercetus Pencanangan 1 Juta Usahawan dan Jadikan Indoneisa Pusat Produk Halal Bersertifikat

(gomuslim). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM selama 5 tahun ke depan menargetkan 1 juta usahawan dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produk halal bersertifikat. Untuk itu Kementerian juga bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dengan mendirikan layanan terpadu ekonomi di hampir 80 kota di Indonesia dan mendukung langkah Majelis Ulama Indonesia yang sudah siap membangun pusat-pusat inkubasi bisnis syariah di tanah air.

Demikian disampaikan Asisten Deputi Pembiayaan Syariah Kementerian Koperasi dan UKM, Tamim Saefudin dalam “Lounching Workshop Pusat Inkubasi Bisnis Syariah dan Liga Halal” yang ditutup di Kota Bandung, Sabtu (13/08 2016).

“Kita sangat mendukung adanya pusat inkubasi bisnis syariah yang diinisiasi MUI dan berbagai pihak termasuk Dinas Koperasi dan UKM,”ujarnya

Sementara itu, Ketua MUI Pusat  Dr. Ir. H. Lukmanul Hakim, M. Si menilai bahwa produk halal adalah salah satu titik point dalam merebut dan bersaing di pasar baik lokal maupun global.

 “Saya kira jika ini dilihat sebagai potensi dan peluang lebar maka saya yakin produk halal Indonesia bukan hanya dibutuhkan di dalam negeri melainkan bahkan bisa menembus ASEAN,”ujarnya.

Bahkan,sambungnya, jika mampu digarap bersama termasuk pemerintah mau terlibat lebih besar lagi maka bukan tidak mungkin produk halal Indonesia akan memenuhi pasar internasional. Untuk mendukung hal tersebut pihaknya telah melakukan pembaharuan system termasuk jaminan produk halal yang dapat diakses secara terbuka dan sangat mudah.

“Kita juga sudah membuka dan membangun kerjasama dengan beberapa lembaga termasuk Negara seperti Malaysia dan beberapa Negara di Eropa soal akses jaminan produk halal yang dikeluarkan oleh MUI sehingga konsumen baik individu maupun corporate  akan mudah mendapatkan kepastiannya,”imbuhnya.

Dengan demikian harapannya produk-produk halal yang dihasilkan skala industry maupun UKM mampu bersaing secara kompetitif bukan hanya pasar dalam negeri saja akan tetap juga pasar ekspor.

Lukman mengakui untuk produk ekspor juga terkait dengan ada tuntutan mutu atau kualitas berstandar internasional yang mungkin akan menjadi kesulitan tersendiri bagi UKM. “Selain halal maka mutu produk juga harus tetap menjadi prioritas sehingga mampu bersaing dengan pasar global,”akunya.

Untuk itu pihak juga akan membantu para pelaku UKM agar mampu menghasilkan produk yang halal dan bermutu unggul dengan pelatihan dan pendampingan. Sementara terkait permodalan yang kerap menjadi kendala baik dalam mengurus sertifikal maupun dalam menghasilkan produk halal, Lukman mengaku tengah melakukan kerjasama dengan berbankan syariah yang ada dengan skema turut membantu dalam pembiayaan.

“Kita juga harus ingat dengan potensi zakat (ZIS) yang sekitar Rp200 triliunan itu pertahunnya. Jika potensi itu dapat tergali maka kebangkitan ekonomi ummat termasuk produk halal bukan sekedar wacana saja,”ungkapnya.

Untuk itu pihaknya juga tengah menjajaki kerjasama dengan beberapa lembaga amil zakat (LAZ) yang ada termasuk dengan BAZNAS agar juga mempunyai kepedulian terhadap UKM dalam skema pembiayaan baik permodalan maupun pendampingan usaha. Diharapkan dengan adanya sinergi disemua sector ekonomi tersebut mampu membangkitkan ekonomi ummat Islam di Indonesia.

“Ini adalah tanggung jawab dan kerja bersama tidak bisa dibebankan hanya kepada satu atau dua pihak termasuk pemerintah saja. Kita sedang melangkah ke sana dan dengan mengharap ridha Allah, insya Allah akan tercapai,”ujarnya optimis.

Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangi kerjasama dengan 15 koperasi syariah di Kota Bandung sebagai awal model gerakan pusat inkubasi bisnis syariah yang nantinya akan juga digulirkan di beberapa kota di Indonesia. Turut menyaksikan Wakil Walikota Bandung Odded M.Danial dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov.Jabar, Ketua MUI Jabar

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menjelaskan, untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui Inkubasi Bisnis,

“Peranan Inkubasi Bisnis menjadi strategis karena dapat menciptakan lapangan kerja baru, menumbuhkan wirausaha baru, dan dapat menjadi wadah dalam mengimplementasikan berbagai inovasi yang dihasilkan oleh berbagai pihak,” jelasnya dalam Workshop PINBAS (Pusat Inkubasi Bisnis Syariah) dan Liga Halal Pencanangan Tahun 2016-2017 Sebagai Tahun Kebangkitan Produksi Halal Indonesia, di Hotel Mutiara, Jalan Kebon Kawung No.60 Bandung, Jumat (12/8/2016).

Inkubator Bisnis dapat mengelola secara profesional dan mendapat dukungan dari Pemerintah dan pihak terkait lainnya, terbukti mampu menciptakan lapangan kerja, “Jika inkubasi bisnis ini terus berkembang, maka dapat dikatakan usaha kecil menengah khususnya syariah berhasil menjalankan dengan baik,” ujar Oded usai menyaksikan penandatanganan kerja sama PINBAS MUI dengan 10 Koperasi di Bandung, yaitu koperasi Al Barokah, Baitul Mutaqin, Baitul Maimur, Hayatul Islam, Al Arif, nurul hikmah, Kosama MUI, Hayatussunah, Khadijah, Al Fitroh, Masjid Raya Cipaganti, Silih Aping, Al Falah, ICMI Jabar, dan DMI.

Ketua panitia Workshop PINBAS & Liga Halal Oyo Zakaria menjelaskan dalam laporannya, inkubasi Bisnis telah memberikan nilai tambah terhadap perekonomian melalui percepatan pengembangan usaha baru atau pemula, “Selain itu bisa membantu memaksimalkan pertumbuhannya dimana hal tersebut sulit dicapai tanpa bantuan inkubator,” ujar Oyo.

Ditambahkan, maksud dari kegiatan Workshop PINBAS dan Liga Halal sebagai media untuk mengatasi problematika wirausaha UMKM, “Oleh karena itu diperlukan kehadiran PINBAS MUI yang bersifat komprehensif, integritas dan isitemati, sekaliguis secara simulat mendorong kontribui positif bagi pembangunan ekonomi masyarakat,”jelasnya.

Ia berharap dengan terlaksana kegiatan ini mampu berkembang pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi serta menumbuhkan wirausaha UKMKM yang tangguh dan mandiri dengan mampu meningkatkan produktivitas wirausaha, “Insya Allah terlaksananya kegiatan ini,

Acara Workshop dan Liga Halal pun dihadiri oleh ketua MUI Pusat Lukman Hakim, Ketua MUI Kota Bandung Arsyid Ahmad dan Menteri Koperasi dan UMKM RI yang diwakili oleh Asisten Deputi Pembiayaan Syariah Tamin Saefudin. (mm/ppid/mui)

 


Back to Top