Atasi Kerumunan di Arafah-Mina, Otoritas Saudi Mulai Bahas Pengelompokkan Jemaah Haji

(gomuslim). Puncak ritual haji terletak pada wukufnya jemaah di Arafah, di tempat ini jutaan jemaah berkumpul. Tentunya hal ini membutuhkan pengaturan yang intensif dan tepat sasaran, karena itu perlu adanya mekanisme khusus serta manajemen yang efektif untuk mewujudkan penertiban jemaah tanpa terjadi kekacauan.

Berkenaan dengan hal itu, maka Menteri Haji dan Umrah Saudi M. Shalih bin Thahir Bantan menyusun rencana operasional pengelompokan jemaah haji dan rencana operasional stasiun kereta Tanah Suci, untuk tujuan pengelompokan jemaah haji agar pemberangkatan dapat terjadwal sehingga dinilai dapat mengantisipasi terjadinya hal-hal negatif di puncak keramaian.

Pengelompokan dilakukan berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah yang dapat diakses di www.haj.gov.sa. Pengelompokkan jemaah haji untuk tahap pertama telah selesai dilakukan, pengelompokkan ini berdasarkan analisa dari berbagai pihak dengan melibatkan Kementerian Tata Kota dan Pedesaan, Otoritas Pembangunan Mekah, Petugas Keamanan Publik serta Pertahanan Sipil. Program seperti ini lebih dikenal sebagai Tafwij Haji, dimana setiap pihak terkait berkoordinasi untuk pengaturan kepadatan jemaah saat hendak melempar jumrah.

 

Dari pembahasan yang berlangsung, optimalisasi fungsi kereta api Tanah Suci juga dianggap dapat membantu terwujudnya program ini, dimana kemacatan jalan dapat dikurangi dengan penggunaan kereta api.

Terkait dengan efektifitas pengelompokkan ini, persoalan kerumunan di Mina menjadi hal yang kerap diperbincangkan segenap pihak, karena itu, untuk mengatasi kepadatan di Mina, perlu dirumuskan manajemen penanganan kerumunan dengan pembentukkan jadwal masing-masing kelompok jemaah.

Untuk dapat mewujudkan hal ini, maka instansi swasta dilibatkan untuk upaya pemantauan jemaah haji dengan penyediaan sejumlah kamera pemantau yang digunakan untuk mengawasi pergerakkan jemaah. Dengan adanya koordinasi dari berbagai pihak maka pengaturan secara dapat dilakukan dengan baik.

Keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah haji merupakan harapan segenap jemaah dan juga umat Muslim di berbagai penjuru dunia. Karena itu Kementrian Haji dan Umrah Saudi menggandeng pihak pemerintah dan swasta untuk dapat mewujudkan hal ini.

Sejalan dengan program pengelompokkan jemaah, Gubernur Mekkah sekaligus Ketua Komite Haji Saudi Pangeran Khalid Al-Faishal menyelenggarakan kampanye kesadaran ibadah haji pada hari ini, Senin, (15/08/2016). Kampanye ini menitikberatkan pada adab selama menjalankan ibadah haji.

Tujuan dari penyelenggaraan kampanye kesadaran ibadah haji adalah untuk meningkatkan kesadaran dalam hal mematuhi petunjuk saat melaksanakan ibadah haji, termasuk izin pelaksanaan ibadah haji (tashrih haji). Izin pelaksanaan ibadah haji ini merupakan hal yang ditekankan di Saudi, meski dari sudut pandang agama Islam, pelaksanaan ibadah haji tanpa adanya surat izin dapat dinyatakan sah namun secara aturan yang ditetapkan hal tersebut merupakan suatu pelanggaran.

Menurut Pangeran Khalid kampanye yang dilakukan di Mekkah ini adalah upaya sosialisasi peningkatan kesadaran jemaah bahwa aturan yang telah ditetapkan adalah bagian dari upaya otoritas Saudi untuk menertibkan serta menjaga stabilitas keamanan selama berlangsungnya musim haji. Jika tidak ada aturan yang ditetapkan maka dapat berpotensi menimbulkan kekacauan. Sama halnya dengan dengan adanya izin pelaksanaan haji ini, karena hal itu adalah hal yang dapat mempermudah perencanaan pengaturan demi terwujudnya stabilitas keamanan. (fh/Alriyadh/Almadina)


Back to Top