Curi Perhatian Dunia, Inilah Tujuh Muslimah Berprestasi di Olimpiade Rio 2016

(gomuslim). Setelah empat tahun berselang, Olimpiade kembali digelar. Inilah event olahraga yang banyak ditunggu oleh banyak orang di seluruh dunia. Olimpiade Rio 2016 di Brazil masih menjadi perbincangan dunia karena kehadiran para atlet muslimah yang menyanggah stereotip terhadap peran perempuan, hijab dan Islam dalam keikutsertaan mereka di beberapa cabang olahraga Olimpiade Rio 2016 ini.

Salah satunya adalah atlet yang pada Sabtu (13/08/2016) berhasil meraih medali perunggu dalam cabang olahraga anggar. Dialah Ibtihaj Muhammad, muslimah asla New Jersey, Amerika Serikat yang mengenakan hijab selama pertandingan. Tidak hanya Ibtihaj, ada enam muslimah lain yang ikut serta dalam Olimpiade Rio 2016, mereka adalah Sarah Attar, atlet lari asal Arab Saudi. Sarah berusia 23 tahun dan telah lulus dari sekolah dan berkomitmen pada dirinya untuk berlatih full time. Personal waktu terbaiknya di 800 adalah dua menit dan 40 detik. Attar adalah seseorang yang membuat sejarah empat tahun lalu di Olimpiade di London yang mewakili Arab Saudi di ajang spektakuler.

Muslimah kedua adalah Aisha Al Balushi atlet angkat berat asal Uni Emirat Arab. Seperti dilansir  publikasi Mvslim, Aisha Al Balushi berusia 24 tahun dan akan mewakili Uni Emirat Arab di Angkat Berat di Olimpiade. Pertama, Uni Emirat Arab lolos Amna Al Haddad untuk mewakili EAE di Rio, tapi setelah cedera punggung baru-baru ini, Al Balushi telah dipilih untuk menggantikannya. Al Balushi mencetak nilai lebih tinggi dari Al Haddad di Kejuaraan Asia tahun ini, sehingga UEA tidak perlu khawatir tentang kredibilitasnya dalam cabang angkat berat ini.

Selanjutnya, ada Jessica Houara-d'hommeaux atlet sepakbola asal Prancis. Jessica adalah gelandang berusia 28 tahun yang bermain secara profesional untuk Paris Saint-Germain di Prancis Divisi 1 Feminine. Timnya telah memenangkan Coupe de France Feminin dan mereka selesai di tempat kedua di UEFA Perempuan Liga Champions. Jessica Houara-D'Hommeaux dan timnya akan sangat terwakili di Olimpiade di Brasil. Keempat, ada atlet pacuan kuda asal Tunisia. Dia adalah Habiba Ghribi yang empat tahun lalu di Olimpiade 2012. Habiba melintasi garis finis di tempat kedua di womens 'isa 3.000 meter. Tapi setelah diskualifikasi pertama-tempat finisher atlet Yulia Zaripova dari Rusia, Ghribi ikut di Olimpiade kelas dunia dan berhasil meraih medali emas. Tahun ini dia akan sekali lagi mewakili Tunisia dalam ajang Olimpiade Rio.

Ada juga atlet gulat perempuan asal Turki bernama Elif Jale Yesilirmak.  Pada tahun 2012 Elif Jale Yesilirmak menjadi pegulat wanita pertama yang mewakili Turki di Olimpiade. Dia adalah peraih medali perunggu di divisi gaya bebas 58 kilogram (128 pon) perempuan di Kejuaraan Dunia Gulat, dua kali peraih medali perunggu di Kejuaraan Eropa, dan peraih medali emas di 2013 Kejuaraan Mediterania. Yesilirmak adalah sosok yang luar biasa dalam pertumbuhan gulat perempuan di Turki. Terakhir ada atlet tolak peluru asal Iran. Dia adalah  Leila Rajabi yang memiliki rekor nasional di tembakan diletakkan di 18,18 meter dan telah memenangkan medali emas di Asian Games Indoor dan Kejuaraan Asian Indoor, dan juga perak di Asian game (outdoor) dan Kejuaraan Asia.

Kehadiran tujuh atlet muslimah ini menjadi kabar gembira untuk menyanggah stereotip tentang Islam dan Hijab melalui keikutsertaan mereka dalam berbagai cabang olahraga di Olimpiade masih berlangsung sampai (21/08/2016) mendatang. Dengan 306 keping medali, ajang ini akan mempertandingkan 28 cabang olahraga olimpiade dengan jumlah atlet sedikitnya 18.000 ditambah tim delegasi masing-masing Negara hadir memeriahkan olimpiade ini.

Tujuh muslimah berhijab tesebut telah menarik perhatian duinia dan menjadi inspirasi bagi siapa saja, khususnya para muslimah di dunia untuk tetap berhijab dalam meraih impian di bidang apapun. (fau/dbs)

 


Back to Top