Sambut Jemaah Haji, Saudi Siapkan 3107 Bus Khusus di Madinah

(gomuslim). Sampai saat ini Bandara AMAA Madinah telah menerima 508 penerbangan dari berbagai negara, kedatangan para jemaah ini harus dilayani dengan baik. Selain di bandara Jeddah Banyak jemaah yang diberangkatkan ke Saudi dengan pendaratan di Bandara AMAA Madinah. Berdasarkan data yang dihimpun oleh otoritas Saudi, telah tersedia 3.107 bus untuk mengangkut 13.804 jemaah haji yang ada di Madinah.

Hingga saat ini, segenap yang pegawai yang disiapkan untuk melayani tranportasi haji telah diberi pengarahan langsung oleh Lembaga Penyedia Layanan Transportasi Haji Saudi. Menurut Wakil Direktur Penyedia Layanan Transportasi Haji Marwan bin Abdul Aziz Khasyaqiy, dari 508 maskapai penerbangan yang tiba di Madinah, telah tersedia 2.935 bus untuk mengangkut jemaah haji, "Madinah telah menerima 508 penerbangan udara, bus jemaah haji disediakan sebanyak 2.935 armada khusus di terminal Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.” Ujar Khasyaqiy seperti yang dikutip dari Al Riyadh.

 

Kemudian bus yang disiapkan di bandara akan mengantarkan jemaah haji ke Terminal transit km. 8 di sinlah 172 bus dari Mekkah dan Jeddah dioperasikan untuk kepentingan perjalanan jemaah haji. Adapaun operasional bus khususnya untuk rute telah diatur oleh Penyedia Layanan Transportasi Haji.

 

Sementara itu, jemaah yang tiba di Madinah akan diantarkan langsung ke pemondokkannya masing-masing. Jika ternyata pemondokkan jemaah berada di Mekkah maka jemaah tidak perlu khawatir akan kekurangan bus karena mekanisme transportasi  haji telah diatur dengan sistem terintegrasi untuk rute Madinah-Mekkah-Jeddah. Dengan demikian berdasarkan keterangan dari otoritas Saudi, permasalahan transportasi jemaah haji dapat teratasi dengan penyediaan sekitar 3.107 armada bus.

Pergerakan rute transportasi haji telah diberlakukan sejak bulan Dzulqokdah 1437 H sampai berakhirnya musim haji. Tahun ini tercatat jumlah jemaah yang berasal dari luar Saudi sekitar 1,4 juta orang, transportasi untuk hilir-mudik jemaah haji masih didominasi oleh bus. Namun belum lama ini otoritas Saudi membahas upaya optimalisasi kereta api di Tanah Suci, karena jika moda transportasi yang satu ini difungsikan dengan baik, dapat mengurangi kemacetan di jalan raya khusus jalur ke Mina atau Arafah.

Pada dasarnya pembangunan proyek Kereta Cepat Haramain berpotensi untuk meningkatkan efisiensi waktu perjalanan jemaah selama berada di Tanah Suci. Namun untuk musim haji tahun ini, proyek tersebut belum juga rampung dan kereta cepat belum dapat digunakan. Karena itulah, otoritas Saudi membahas berbagai mekanisme transportasi darat agar jumlahnya dapat menampung jemaah haji yang tiba di Saudi.

Dengan tersedianya jumlah armada yang memadai maka penumpukkan jemaah di bandara AMAA Madinah maupun di Jeddah dapat teratasi dengan baik. Sehingga Jemaah tidak harus menunggu lama karena kekurangan moda transportasi, sebab jumlah penyediaan bus telah diperhitungkan berdasarkan kedatangan jemaah setiap harinya. (fh)


Back to Top