Kini Tersedia Layanan Bimbingan Haji via ‘Twitter’, 6 Profesor Dilibatkan Sebagai Pengasuh

(gomuslim). Peran media sosial dalam penyampaian komunikasi akhir-akhir ini berada pada posisi penting. Media sosial memiliki keunggulan tersendiri dalam penyampaian pesan, baik bersifat pribadi maupun untuk kepentingan umum. Jika pada 1 dekade lalu, bimbingan haji atau persoalan seputar haji masih berbentuk media cetak atau buku. Namun pada era perkembangan teknologi digital seperti saat ini, penyampaian bimbingan sudah menggunakan media sosial.

Pengguna media sosial di Indonesia tergolong sebagai pengguna terbesar di dunia, bahkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, menyampaikan bahwa tercatat 63 juta orang Indonesia sebagai pengguna internet aktif. Pada media sosial Facebook, Indonesia berada di posisi ke-4 sebagai pengguna terbanyak di dunia sedangkan untuk pengguna Twitter, Indonesia berada di posisi ke-5 sebagai pengguna terbanyak di dunia,  karena itu Tim Bimbingan Daerah Kerja (Daker) Mekkah meluncurkan bimbingan konsultasi ibadah haji melalui media sosial Twitter.

"Twitternya @bimbadmkh2016, diluncurkan hari ini. Ini pembaruan dari tahun lalu," kata Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan Pengawasan Kelompok Bimbingan PPIH Arab Saudi Tawwabuddin Muhammad di Mekkah.

Pada tahun lalu Tim Bimbingan Daker Mekkah juga membuka bimbingan jemaah melalui twitter dengan akun @bimbadmkh2015. Namun berdasarkan keterangan Tawwabuddin, pada akun twitter tahun ini telah tersedia pembaruan dari tahun sebelumnya. Adapun untuk informasi bimbingan melalui telepon, maka selama berada di Mekkah jemaah haji dapat menghubungi Seksi Bimbingan Ibadah dan Pengawasan Kelompok Bimbingan PPIH Arab Saudi di nomor +966541238741.

Informasi selama berlangsungnya ibadah haji di Tanah Suci akan disampaikan melalaui akun Twitter tersebut. Sehingga anggota keluarga jemaah yang berada di tanah air dapat mengakses informasi ini tak terkecuali Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin yang juga mengikuti akun tersebut. Adapun  bahasa yang disampaikan pada informasi tersebut adalah bahasa yang lugas dan mudah dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat.

Inovasi layanan bimbingan ibadah ini diluncurkan via Twitter bertujuan untuk memenuhi hak jemaah guna mendapatkan informasi dan bimbingan ibadah dengan mudah, termasuk juga pada keluarga jamaah di Tanah Air. Adapun terkait dengan konsultasi dan bimbingan ibadah yang disampaikan lewat Twitter meliputi prosesi haji, persiapan haji dan aturan-aturan dalam perhajian.

Terkait dengan konsultasi dan bimbingan ibadah, maka dilibatkan 6 orang profesor Indonesia yang memiliki kapasitas keilmuan yang cukup sebagai pembimbing, salah satu diantaranya adalah Aswadi yang merupakan Guru Besar Ilmu Alquran dan Tafsir Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya.

Meski layanan via media sosial tergolong sebagai layanan yang efektif dan efisien namun masih banyak jemaah haji yang belum mengerti cara konsultasi melalui media sosial. Mengingat masih banyaknya jemaah haji yang belum mengenal internet, karena itulah Aswadi mengimbau agar anggota keluarga dapat membantu jemaah haji dalam hal konsultasi ini, kemudian menyampaikannya via SMS atau komunikasi langsung via telepon.

Selain sebagai informasi bersifat konseling atau bimbingan, akun Twitter ini juga dijadikan sebagai media informasi perjalanan jemaah haji yang meliputi jadwal dan juga hal-hal penting lainnya. Sehingga persoalan yang berkaitan dengan peristiwa selama berlangsungnya ibadah haji, dapat dengan mudah dan cepat dinformasikan ke masyarakat Indonesia.

Dewasa ini, informasi seputar haji secara rinci dapat diketahui dengan cepat cukup dengan mengakses media sosial, lain halnya sebelum berkembangnya teknologi informasi. Meski pembentukkan layanan via media sosial tergolong baik, namun amat disayangkan jika jemaah haji masih ada yang belum mengenal cara penggunaan media sosial terlebih keluarga yang ditinggalkan pun tidak mengerti mengenai hal itu. Meski demikian, sejatinya jemaah haji yang berada di sana telah membentuk suatu ikatan persaudaraan yang kuat sehingga mereka dapat saling menyampaikan informasi. (fh)


Back to Top