Lagi, Siswa Madrasah Borong Empat Medali di Olimpiade Robot Korea Selatan

(gomuslim). Baru-baru ini, sebuah kabar gembira datang dari para siswa sekolah Madrasah yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Para siswa tersebut adalah bagian dari Tim Robotic Club siswa madrasah yang mengikuti ajang International Youth Robotic Competition (IYRC) yang berlangsung pada tanggal 11 sampai 14 Agustus 2016 di Daejon, Korea Selatan. Ini merupakan prestasi anak madrasah di ajang olimpiade ilmu pengetahuan dan teknologi untuk yang kesekian kalinya.

Mereka adalah para siswa Madrasah Pembangunan UIN Jakarta.  Di Korea Selatan, tim robotic ini mengusung tema `Mesin Batik Otomatis`. Artinya, anak-anak madrasah ini akan memamerkan kebolehan mesin robot yang mampu membuat batik secara otomatis. Secara teknis, mesin ini bekerja setelah kain selesai di cap batik. Selanjutnya kain diangkut untuk dikeringkan, lalu disusun ke tempat yang telah disediakan.

Adapun para siswa Madrasah yang mengikuti ajang tersebut adalah Syahrozad Zalfa Nadia atau akrab disapa Ocha (10 tahun) dan Avicenna Roghid Putra Sidik atau Ave(6 tahun) yang saat ini duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sedangkan tim senior robot lainnya yang mengikuti ajang ini adalah Azka Hafizh (15 tahun) dan Andi Faiz Naufal (15 tahun) yang duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Tak sia-sia, siswa madrasah yang tergabung dalam Klub Robotik Madrasah Pembangunan UIN Jakarta tersebut  pulang membawa medali emas dari negeri gingseng. Ocha menunjukkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah dunia internasional tersebut dengan membawa membawa pulang empat medali: Gold medal Coding mission, Exelent Award Steam Mission, Exelent Award Creatif Design A dan Bronze Medal Creatif Design B.

Himmatul Laily Waisnaini penanggung Jawab Klub Robotik yang ikut mendampingi selama di Korea Selatan menyatakan bahwa Ocha yang baru duduk di kelas 5 Madrash Ibtidaiyah (MI/SD) ini bisa menyelasaikan track coding mission dalam waktu yang singkat, yaitu hanya butuh waktu sepuluh detik. Selain Ocha, tim senior Azka Hafizh yang juga menyabet Silver Medal dalam kategori Coding Mission. Sedangkan dalam kategori grup, tim robotic Madrasah Pembangunan UIN Jakarta ini juga memperoleh Bronze Medal dan Exelent Award dalam kategori robot kreatif.

“Mereka mampu bekerja secara tim dan menunjukkan kekompakan. Kerja Tim kreatif sangat kompak, memadukan unsur nilai budaya bangsa dan teknologi robot, “ jelas Laily, Seperti dilansir dari publikasi resmi Kemenag.

Pilihan pendidikan di madrasah, lanjut Laily, untuk anak-anaknya tidaklah keliru karena mereka mempunyai kesempatan yang sama dan bahkan lebih. Selain belajar pelajaran umum dan agama di madrasah, para siswa  juga belajar sains dan teknologi, seperti di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, ada ekstrakulikuler Robotic Club. (fau/dbs)

 

 

 


Back to Top