Bikin Heboh, Kakek Berusia 97 Tahun Tulis Alquran di Atas Media Telur

(gomuslim). Jutaan umat Islam di muka bumi ini dari tahun ke tahun mengharapkan kemuliaan di dunia dan akhirat dengan antara lain memahami dan menghafal Alquran sebanyak 30 Juz, 114 Surat dan 6600 ayat. Namun ada juga yang dengan tekun menuliskan ayat demi ayat Alquran di atas lembar-lembaran kertas, kulit, lontar bahkan baru-baru seorang kakek di Saudi Arabia berusia 97 tahun mendedikasikan sisa umurnya untuk menulis ayat-ayat suci Alquran di media telur.  

Setelah diketahui publik, kreativitas sang kakek ini menggemparkan masyarakat, hingga ada saja yang menyoal hukum menulis ayat suci Alquran di media telur ayam. “Does anyone have any daleel or fatwa that the action of writing the Qur’an on eggs is disliked or haram, JazakumAllahu khair,” Tara Umm Omar.

 

 

Kakek itu adalah Ahmad Abdan, seorang kaligrafer atau ahli penulis ayat yang di masa tuanya ingin melahirkan karya seni kontemporer unik dan langka. Abdan yang juga seorang hafidz atau penghafal Alquran sejak muda ini memang dilaporkan menekuni dunia seni menulis ayat Alquran di berbagai media, namun pilihan di media telur merupakan kejutan yang menggemparkan. Hal ini karena belum ada sebelumnya dan Abdan merupakan Hafidz pertama yang melakukan hal demikian.

Penduduk yang tinggal di daerah Buraidah ini menuai pujian di mana-mana ketika karya seni tingkat tingginya itu dipublikasikan media setempat. Oleh karena itu, pihak yang mempertanyakan status hukum kreativitas ini pun hilang ditelan waktu.

Abdan sendiri memiliki reputasi di bidang kaligrafi karena Lebih dari separuh umur Abdan memang diabdikan di dunia seni tulis kaligrafi, namun karyanya di atas media telur itu mengundang decak kagum semua lapisan masyarakat dari berbagai kalangan. Yang lebih memesona dunia adalah ketekunannya selama bertahun-tahun menulis ayat demi di atas telur yang sudah dikuatkan tersebut.

“Banyak orang menekuni dunia seni kaligrafi, tetapi sedikit sekali yang juga hafal Alquran dan menghasilkan seni kaligraji yang indah dengan kerumitan tingkat pengerjaan yang tinggi. Apresiasi masyarakat tidak seberapa dibanding dengan dedikasi dan pencapaiannya di usia yang lagi muda, seorang Hafidz dan pakar kaligrafi seperti Ahmad Abdan ini membanggakan penduduk Buraidah dan Saudia di mata dunia Islam,”demikian salah satu tanggapan masyarakat yang dipublikasikan Syeikh Muhammad Aslam, seorang ulama Saudi di halaman media sosialnya, Selasa hari ini (16/08/2016).

Sebelumnya, hal senada juga dilakukan para pembatik Nusantara, tepatnya di kampung Batik Laweyan, Solo. Di pusat tradisi Jawa ini terdapat mushaf Alquran yang ditulis tangan di atas media kain dengan cara dibatik menggunakan canting seperti memotif batik pada umumnya. Ayat-ayat Alquran ini dibatik di atas kain mori besar, sesuai dengan urutan Alquran kemudian disusun.

Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan  Alpha Fabela Priyatmono menjelaskan  Alquran dibatik di atas kain, nanti akan berbentuk lembaran-lembaran berukuran 50cmx80cm. Katanya, selain ayat-ayat Alquran, pada pinggir lembaran Alquran tersebut juga dihiasi oleh motif-motif batik. Untuk sementara ini, tambah Alpha, motif yang digunakan untuk hiasan di pinggir baru motif-motif Jawa, namun tidak menutup kemungkinan akan dibatik juga motif-motif dari seluruh Indonesia. (mm/bs)


Back to Top