‘World Halal Tourism Summit 2016’ Segera Digelar di Abu Dhabi, Indonesia Siap Kembali Berperan

(gomuslim). Tahun lalu, Indonesia  sukses menyabet tiga awards pada ajang World Halal Travel Awards di Uni Emirat Arab pada Oktober 2015. Begitu pun tahun ini, Indonesia kembali mengikuti World Halal Travel Awards 2016. Penghargaan tersebut akan berlangsung sebagai bagian dari acara Internasional bertajuk World Halal Tourism Summit (WHTS) 2016.

WHTS 2016 ini adalah salah satu event pariwisata internasional untuk wisata halal yang akan diselenggarakan di Abu Dhabi National Exhibition Centre, Abu Dhabi, UAE, pada tanggal  22 sampai 23 November 2016 mendatang. WHTS yang sudah menginjak tahun keduanya ini adalah pertemuan terbesar yang pernah dicanangkan oleh pelaku-pelaku wisata halal pada skala global. Dan Indonesia siap ambil bagian dalam event dunia ini.  Pada dua hari acara tersebut akan diselenggarakan pameran dan konferensi yang memberikan pengetahuan dan informasi bagi pengunjung serta delegasi. Selain itu, ada salah satu sesi yang paling ditunggu-tunggu dari WHTS 2016, yaitu World Halal Travel Awards yang akan berlangsung pada 19 November. Penghargaan tersebut mencakup beberapa kategori, seperti praktik wisata halal terbaik dan pelayanan terbaik.

WHTS 2016 sendiri dirancang sebagai acara Business to Business untuk mempertemukan buyers dengan brand-brand pariwisata yang beroperasi secara eksklusif di sektor perjalanan wisata halal terkemuka. WHTS akan menawarkan peserta pameran dan pengunjung bermacam peluang bisnis pariwisata halal. Pada tahun 2015, event  ini diikuti oleh 202 eksibitor, di antaranya perwakilan dari Indonesia, Bosnia, Kenya, UAE, Thailand, Sri Lanka, Maroko, Yordania, Malaysia, Turki, Oman, Palestina, Kroasia, Iran, Mesir, Tanzania, UK, Kanada, Maladewa dan Libanon.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dadang Rizki Ratman,  tiga awards yang diperoleh Indonesia pada World Halal Travel Awards di Uni Emirat Arab pada Oktober 2015 yang lalu membuktikan bahwa Indonesia merupakan destinasi favorit wisata halal berkelas dunia.

“Penghargaan ini juga semakin memantapkan tekad Indonesia menjadikan wisata halal sebagai produk unggulan pariwisata Indonesia,” kata Dadang, seperti dilansir dari publikasi resmi Kemenpar.

Tiga penghargaan tersebut adalah Lombok, Indonesia sebagai The World’s Best Halal Tourism Destination, Lombok, Indonesia sebagai The World’s Best Halal Honeymoon Destination, dan Sofyan Hotel sebagai The World’s Best Family Friendly Hotel.

Seperti dilansir dari Indonesia Travel, pemenang untuk kategori halal travel & tourism tersebut didapat melalui voting yang diadakan sejak September lalu. Tercatat sebanyak 41 ribu orang telah menyumbangkan suaranya.

Pada nominasi World's Best Halal Honeymoon, Lombok berhasil menyingkirkan Abu Dhabi (UEA), Antalya (Turki), Kirabi (Thailand) dan Kuala Lumpur (Malaysia). Lalu pada World’s Best Halal Tourism Destination, Abu Dhabi (UEA), Amman (Yordania), Antalya (Turki), Kairo (Mesir), Doha (Qatar), Istanbul (Turki), Kuala Lumpur (Malaysia), Marrakech (Maroko) dan Teheran (Iran).

Sementara itu, untuk World’s Best Family Friendly Hotel, Hotel Sofyan mengungguli Adenya Hotel & Resort (Turki), Alanda Hotel, Marbella Angel Peninsula, Turki Armed Forces Officers Club & Hotel Abu Dhabi (UEA) dan Gloria Hotel Dubai (UEA).

Dadang menjelaskan untuk mempertahankan award bergengsi tersebut Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam World Halal Travel Awards 2016 mendatang. Untuk ini sebagai persiapan di antaranya dengan menyelenggarakan Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional 2016 yang akan berlangsung 13 Juni hingga 7 Agustus 2016.

“Penyelenggaraan Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional 2016 ini merupakan program kerja Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal. Dalam kompetisi ini ada 14 kategori yang akan diberikan penghargaan dan pengumuman pemenang pada 30 Agustus mendatang,” jelasnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan, halal tourism yang menjadi bagian dari lifestyle masyarakat dunia mempunyai pasar yang besar, berkembang sangat pesat, dan menjadi trend bisnis global.

Tahun lalu total market share wisata halal dunia mencapai 200 miliar dolar Amerika (belum termasuk fesyen, food, dan industri jasa keuangan perbankan dan asuransi), sementara kemampuan Indonesia dalam merebut pasar tersebut baru sekitar 1,2 persen masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga Malaysia dan Thailand yang masing-masing memperoleh 25 persen dan 24 persen devisa halal dunia. (fau/dbs)


Back to Top