Selama Musim Haji, Pemerintah Saudi Larang Penggunaan Gas Cair di Tanah Suci

(gomuslim). Ketua Komite Haji sekaligus Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Nayif, melarang setiap kegiatan menggunakan gas cair baik untuk memasak maupun keperluan lainnya. Larangan ini ditujukan bagi penduduk atau setiap jemaah yang berada di area Tanah Suci, termasuk lembaga pemerintahan.

Jika ternyata ditemukan seseorang baik dari jemaah maupun penduduk lokal, menggunakan gas cair maka Pangeran Muhammad bin Nayif akan mengenakan sanksi berupa denda bagi pengguna gas cair di area Mina, Arafah dan Muzdalifah.

Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Amir Sulaiman, menjelaskan bahwa penerapan keputusan untuk melarang penggunaan gas telah disepakati oleh semua lembaga keamanan. Dengan demikian  gas dilarang didistribusikan ke area situs-situs suci demi keamanan dan keselamatan jemaah.

Sulaiman pun menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan keputusan mutlak yang tidak dapat ditawar lagi, sehingga pihak keamanan akan mengambil tindakan tegas jika larangan ini tidak diindahkan. Selama musim haji berlangsung, pihak kemanan akan berpatroli dan memeriksa masing-masing tenda jemaah untuk memastikan bahwa di dalam tenda tersebut tidak ada tabung dan kompor gas.

Jika ternyata ditemukan pelanggaran, Sulaiman pun menegaskan akan menangkap yang bersangkutan dan menyita kompor serta tabung gas miliknya kemudian akan dikenakan denda sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Musim panas yang melanda Saudi kerap diiringi dengan tiupan angin kencang, dalam kondisi seperti ini kebakaran kecil rentan menjadi besar. Jika di Arafah jemaah yang bermukim menggunakan tenda, maka penggunaan gas dianggap sebagai pemicu kebakaran yang mudah merambat ke tenda-tenda lainnya. Meski demikian jemaah seharusnya tidak perlu khawatir mengenai makanan selama berada di area situs-situs suci, pasalnya otoritas terkait telah menyiapkan sejumlah dapur yang aman untuk memasak.

Belum lama ini peristiwa kebakaran telah terjadi di Arab Saudi, dengan demikian maka langkah antisipasi pemerintah untuk mengamankan jemaah harus segera mendapat perhatian khusus. Sehingga larangan penggunaan gas adalah suatu larangan yang disepakati oleh segenap pihak berwenang terhadap penyelenggaraan haji.

Pada dasarnya larangan seperti ini bukanlah larangan baru yang ditetapkan oleh Pemerintah Saudi, sebab pada tahun-tahun sebelumnya hal yang sama juga telah dilakukan. Namun imbauan ini tidak berhenti hanya sekali, mengingat jemaah haji yang datang tentunya banyak yang baru mengerti peraturan di Arab Saudi selama musim haji. Dengan demikian imbauan berupa larangan ini perlu disampaikan setiap tahunnya dan jemaah diharapkan dapat mengikuti aturan tersebut. (fh/SPA)


Back to Top