Terungkap Kesaksian Mengejutkan

Kementrian Keuangan Saudi Hentikan Pendanaan Proyek 10 Bulan Sebelum Terjadinya Insiden Crane Masjidil Haram

(gomuslim). Pengakuan mengejutkan datang dari saksi Kementerian Keuangan Saudi pada sidang kasus insiden crane Masjidil Haram. Dalam kesaksian di persidangan, Kementerian Keuangan telah menghentikan pendanaan 10 bulan sebelum terjadinya tragedi yang menewaskan sedikitnya 108 jiwa pada musim haji tahun lalu. Bahkan Kementerian Keuangan telah menyarankan agar proyek tersebut segera dihentikan dan peratalan berat segera dipindahkan dari Masjidil Haram berikut juga para pekerjanya.

Menurut laporan Komisi Investigasi dan Penuntutan, dalam persidangan salah satu insinyur proyek dan saksi ahli dari Departemen Keuangan menyatakan bahwa Departemen Keuangan Saudi tidak dapat dilibatkan dalam insiden tersebut bahkan salah seorang insiyur proyek menandaskan bahwa lembaga  keuangan sama sekali  tidak dapat dilibatkan dalam urusan kecelakaan tersebut.

Saat diinterogasi oleh jaksa, staf ahli Kementerian Keuangan menyatakan bahwa Kementerian Keuangan adalah lembaga yang mewakili negara untuk proyek perluasan Masjid Haramain kemudian lembaga tersebut menggandeng perusahaan Bin Laden untuk pelaksanaan proyek tersebut. Namun pada dasarnya Kementerian Keuangan tidak ada hubungannya dengan penandatanganan kontrak keselamatan kerja atau hal-hal teknis lainnya.

Namun tiba-tiba dalam persidangan pengakuan mengejutkan datang dari konsultan perusahaan Kunsas dan Darul Handasah terkait dengan proyek tersebut. Konsultan tersebut menjelaskan bahwa proyek perluasan Masjidil Haram yang ditangani oleh perusahaan Bin Laden belum mengantongi persetujuan dari pihak kementerian terkait.

Karena adanya pengakuan dari dua perusahaan kontraktor tersebut, terkait dengan persetujuan proyek, seorang ahli dari Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa sejumlah studi kelayakan telah dilakukan di area proyek pada tahun 2014, “Kementerian tidak berhubungan dengan akad perjanjian terhadap perusahaan Kunsas bahkan tidak pernah menawarkan proyek kepadanya, adapun perusahaan Darul Handasah berhubungan dengan Kementerian Keuangan terkait dengan penandatangan kedua belah pihak untuk pelaksanaan proyek namun tidak ada perjanjian mengenai keselamatan kerja.” Ujar saksi ahli dari Kementerian Keuangan Saudi seperti yang dikutip dari Okaz.

Komisi Investigasi menyampaikan laporan dari insinyur proyek yang menyatakan bahwa Kementerian Keuangan telah menghentikan kucuran dana untuk proyek tersebut pada (01/11/2014), penghentian kucucaran dana ini disebabkan adanya ketidaklayakan operasional terkait biaya proyek. Bahkan pada Ramadhan 1436 H/2006 surat pemberhentian proyek telah dikeluarkan agar Masjidil Haram disterilkan dari perlatan proyek demi kelapangan tempat shalat.  Dengan keluarnya surat pemberhentian proyek tersebut pihak kontraktor berjanji dalam 15 hari akan memberhentikannya namun hal tersebut tidak dilakukan dan proyek terus berlanjut sampai musim haji berlangsung.

Dalam hal pemindahan alat berat, imbauan Kementerian Keuangan tidak diindahkan oleh kontraktor karena direktur proyek berkebangsaan Mesir menolak pemindahan alat berat dengan alasan bahwa dalam proyek tersebut membutuhkan crane.

Sementara itu ada juga yang berspekulasi bahwa pelaksanaan proyek tidak bersinergi dengan lembaga khusus peramal cuaca,  terkait dengan hal itu saksi ahli dari Kementerian Keuangan mengungkapkan pemberhentian serta pemindahan alat berat pada proyek proyek perluasan Masjidil Haram tidak ada kaitannya dengan kondisi cuaca. Mengingat sering terjadinya tiupan angin kencang kala itu, namun saksi tersebut menyatakan bahwa Kementerian Keuangan tidak berhubungan dengan Lembaga Pemeliharan Lingkuangan Saudi atau Pertahanan Sipil terkait dengan perjanjian proyek.

Dalam penjelasannya, saksi ahli dari Kementerian Keuangan memaparkan bahwa hubungan antara lembaga keuagan pemerintah dan kontraktor hanya sebatas penyetujuan kucuran anggaran untuk pelaksanaan proyek. Selain dari itu, pihak Kementerian Keuangan tidak bertanggung jawab, namun sebagaimana yang disampaikan sebelumnya bahwa proyek ini sudah diminta untuk dihentikan pada bulan Muharram 1436 namun untuk membersihkan Masjidil Haram dari peratalan proyek pihak kontraktor diberi waktu 15 hari namun hal tersebut diabaikan.

Jika Kementerian Keuangan telah memberhentikan kucuran dana atas proyek tersebut, namun Bin Laden Group bersikeras untuk melangsungkan proyek bahkan para pekerjanya pun menuntut pembayaran gaji yang telah lama tertunda. Sejatinya Bin Laden Group terlalu berani mengambil resiko untuk berspekulasi namun perhitungannya jauh dari apa yang diharapkan, sehingga banyak pihak yang dirugikan bahkan sampai menimbulkan korban jiwa. (fh/Okaz)


Back to Top