Untuk Pendaki Muslim, Jepang Sajikan Kare Halal di Gunung Fuji

(gomuslim). Negeri bunga sakura memang sedang gencar dengan produksi sektor makanan, wisata, dan juga akomodasi halal bagi para wisatawan muslim. Berbagai paket wisata pun bermunculan dengan variasi destinasi wisata dan juga pilihan restoran, serta akomodasi yang mudah dan nyaman khas Jepang. Baru-baru ini, Jepang melakukan terobosan baru dengan melirik konsumen wisatawan muslim yang suka mendaki gunung, yaitu dengan menyajikan sajian kare halal, kudapan hangat khas Jepang di suatu kedai di atas gunung yang menjadi primadona bagi para pendaki di Jepang; Gunung Fuji.

Gunung Fuji adalah gunung tertinggi di Jepang dan pada tahun 2013 didaftarkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Beberapa tahun ini, Gunung Fuji telah menarik banyak wisatawan mancanegara, pengunjung dari penjuru dunia datang menikmati serunya mendaki gunung. Untuk itu, sebuah tempat makan bernama Kedai Taishikan terletak di pos delapan  pada rute pendakian Yoshida (ketinggian sekitar 3100 meter di atas permukaan laut), lokasinya tepat di antara pos lima hingga puncak gunung)  sekarang sudah mulai menyajikan Kare Halal bagi pendaki Muslim. Dengan adanya Kare Halal ini, sekarang pendaki Muslim dapat mendaki gunung tanpa perlu merasa cemas soal makanan.

Seperti dilansir dari publikasi resmi HalalMediajapan, Curry (kare) Jepang adalah salah satu makanan yang terkenal dan populer di keluarga-keluarga di Jepang. Menurut Gurunavi, Curry menjadi ranking pertama, Sushi kedua dan ayam goreng ketiga sebagai makanan yang disukai oleh anak-anak SD. Curry Jepang datang dari Ingris dan diperkenalkan ke Jepang pada jaman Meiji sebagai makanan barat. Resep curry keluar dalam buku, “Bimbingan Makanan Barat” pada tahun 1872 (Tahun kelima jaman Meiji). Pada awalnya Curry seperti ini, dibawa pulang dari India ke Inggris pada tahun 1772. Kebanyakan orang India bilang curry Jepang beda sama sekali dengan curry India. Perbededaannya Curry Jepang memakai tepung terigu dan curry India biasanya tidak memakai tepung terigu sama sekali. Para Ibu di Jepang memasak curry dengan “roux” yang berupa blok instan curry. Blok curry instan ini mudah sekali dipakai dan tahan lama. Sayangya hampir semua curry “roux” ini tidak halal.

Curry Roux dibuat beberapa produsen bahan makanan di Jepang dengan tidak mengandung bahan dari hewan termasuk susu ,telur dan juga seafood. Kemasan baru keluar pada (24/08/2015). Tersedia resep di belakang kotak dan logo yang menjelaskan bahwa produk ini tidak mengandung bahan dari tersebut ditulis oleh tiga bahasa, Bahasa Jepang, Ingris, dan Cina. Produk ini dijual di Jepang saja. Curry “roux” ini terdapat di internet (Bahasa Jepang) dan toko grosir Gyoumu super. Karena hal tersebut, para warga muslim di Jepang dan juga wisatan muslim tidak bisa menikmati salah satu makanan khas Jepang ini. Mereka terkadang membuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan berbeda yang halal. Kehadiran Kare halal di kedai Gunung Fuji ini bisa menjadi pilihan destinasi baru untuk para wisatawan muslim dalam menjelajah wisata halal negeri sakura. (fau/dbs)

 

 

 


Back to Top