PBNU Rangkul Santri Pengusaha untuk Bantu Ekonomi Umat

(gomuslim). Ide tentang kebangkitan umat, walaupun sudah dari jaman dahulu kala, tetap relevan untuk selalu di galakkan. Sebab, umat beragama dari pertama kali adanya agama, akan selalu ada upaya-upaya untuk memberdayakan umat dari yang mampu secara ekonomi sampai yang belum mampu.

Begitupun dengan Ormas Nahdlatul Ulama, dengan upayanya untuk membangkitkan semangat kemandirian umat dalam bidang ekonomi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendeklarasikan Gerakan Ekonomi Islam Nusantara. Deklarasi tersebut dilakukan saat peringatan Haul KH Wahab Chasbullah ke-45 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Deklarasi ini menindaklanjuti atas hasil rapat pleno PBNU pada 23-25 Juli 2016 silam di pondok pesantren Kempek Cirebon, yang mengusung tema kemandirian ekonomi. Deklarasi dilakukan, Sabtu (13/08/2016) malam, oleh Ketua PBNU KH Said Agil Siroj dan juga dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang juga Ketua PP Muslimat NU dan Wakil Bupati Jombang Munjidah Wahab. "Semangat Nahdlatut Tujjar yang dibangun Mbah Wahab sebelum berdirinya NU, perlu digelorakan kembali melalui gerakan Ekonomi Islam Nusantara ini," tutur Kiai Said usai deklarasi.

Ketua Umum PBNU tersebut mengatakan, dengan melalui Syirkah Inan Murabathah Nahdlatut Tujjar yang dibangun KH Wahab Chasbullah, kemandirian ekonomi kaum Nahdliyin diharapkan bangkit. Syirkah ini, kelanjutan dari Nahdlatut Tujjar, gagasannya Mbah Wahab. Yakni kebangkitan pedagang dari kalangan santri, yang betul-betul mandiri dalam bidang ekonomi dan tidak bergantung kepada siapapun. Dari situ, semangatnya kita hidupkan lagi dengan nama lain Deklarasi Gerakan Ekonomi Islam Nusantara, imbuhnya.

Gerakan Ekonomi Islam Nusantara yang dideklarasikan di Bahrul Ulum Tambakebras ini diharapkan sebagai awal untuk meningkatkan kesejahteraan warga NU.  Karena menurut Kiai Said, hingga kini masih banyak warga nahdliyin dalam kekurangan. PBNU akan memberikan advokasi terhadap warga NU yang miskin. Dengan gerakan ini, kita akan lakukan pemberdayaan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya, ujarnya.

Menurut kiai Said selama ini banyak warga NU yang belum tersentuh bantuan pemerintah. Misalnya kalangan pesantren. Hingga kini, pemerintah tidak pernah mengalokasikan anggaran bagi pendidikan pesantren. Padahal, sumbangsih pesantren terhadap bangsa sangat luar biasa.

Ia juga menambahkan bahwa pesantren tidak ada alokasi dari APBN. Menurutnya pesantren juga sama-sama lembaga pendidikan. Santri tidak dapat raskin. Santri naik bis kota, damri, KA namun tidak mendapat diskon. Tapi kalau pelajar sekolah umum mendapatkan diskon. Santri seperti didiskriditkan dengan siswa sekolah resmi, pungkasnya.

Semenetara itu, Koordinator Gerakan Ekonomi Islam Nusantara, Arif Marbun berinisiatif untuk segera menginventarisir seluruh pengusaha-pengusaha dari kalangan nahdliyin sebagai tindak lanjut deklarasi Gerakan Ekonomi Islam Nusantara ini. Ide awalnya karena melihat potensi pengusaha NU sangat luar biasa. Sehingga satu sama lain pedagang bisa saling terkoneksi. Selain itu, dari deklarasi akan menjalin kemitraan dengan pihak Bank untuk memberikan permodalan murah untuk UKM UKM dari jamaah NU. Sebab, selama ini kelemahan pedagang NU adalah soal permodalan, ini juga yang akan kita lakukan terobosan dengan perbankkan, paparnya.

“Gerakan ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Hanya semangatnya dihidupkan lagi melalui gerakan,” imbuh kiai Said. (mrz/dbs)


Back to Top