Haji 1437 H

Calon Jemaah Haji Berusia Hampir Satu Abad Siap Berangkat ke Tanah Suci

(gomuslim). Setiap musim haji selalu diwarnai dengan usia jemaah yang beragam, namun yang paling banyak menyita perhatian adalah mereka yang telah berusia hampir satu abad namun tetap memiliki semangat untuk pergi ke Tanah Suci. Meski kondisi fisik sudah tidak sekuat sewaktu muda, namun panggilan Allah menggerakkan semangat yang tidak kalah dengan kawula muda.

Baru-baru ini, keberangkatan 238 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kota Ambon telah berlangsung, pelepasan jemaah dilakukan di Gedung Ashari Al-Fatah, Selasa (16/08/2016). Pelepasan ditandai dengan penyerahan dokumen CJH oleh Penjabat Walikota kepada Kepala Bidang Haji dan Umroh  Kantor Kementrian Agama Maluku J. Kaisupu.

Dari 238 CJH terdapat jemaah tertua yang telah berusia 93 tahun, ia adalah seorang kakek bernama Mahani Niapele Binti Ahmad Niapele. Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon Hanafi Kasim, usia termuda dari 238 jemaah adalah 29 tahun dan tertua 93 tahun,  "Calon haji termuda yakni Hapida Binti Daeng Surung berusia 29 tahun," kata Hanafi.

CJH  asal Kota Ambon ini akan diberangkatkan ke embarkasi Makassar pada (23/08/2016), selanjutnya akan diberangkatkan ke Jeddah-Mekkah pada (25/08/2016). Dari 238 CJH tersebut, jamaah calon haji laki – laki berjumlah  96 orang, sedangkan 142 jamaah calon haji adalah perempuan, sementara  petugas haji yang mendampingi mereka berjumlah empat orang. Pelepasan CJH ini juga dilakukan oleh pejabat daerah Ambon yang sempat memberikan arahan kepada para calon jemaah.

”Manfaatkan perjalanan suci ini untuk fokus beribadah dengan sebaik-baiknya, karena itu jaga kesehatannya jangan melakukan perjalanan yang tidak terlalu  penting kecuali beribadah dan kami mohon bapak dan ibu para CJH dapat mendoakan Kota Ambon agar lebih maju lagi, karena doa orang–orang makbul itu didengar oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, apalagi doanya dilakukan di Tanah Suci,” kata Walikota Ambon Frans Yohanes Papilaya saat pelepasan jemaah.

Meski kota Ambon merupakan kota plural namun toleransi antarumat beragama tetap terjaga. Sebagaimana halnya dengan Frans yang merupakan pria non-Muslim namun ia tetap mendukung kelancaran perjalanan haji. Hal seperti ini merupakan bagian dari cerminan hidup rukun di negeri yang plural ini.

Adapun untuk menjaga kelancaran dan kepastian rasa aman dalam pelaksanaan ibadah kepada jemaah asal Kota Ambon selama perjalanan di Tanah Suci, maka di dalam internal jamaah telah dibentuk ketua regu dan ketua rombongan.

"CJH) juga telah diberikan pembinaan dan bimbingan di kantor Kementerian Agama Kota Ambon bersama lima orang petugas TPHD Maluku, yang ditugaskan untuk mendampingi dan mengurus jamaah haji Maluku selama menunaikan ibadah haji," pungkas Hanafi.

Selain Mahani, ada juga Wahab Arba lelaki yang juga CJH asal Desa Orimakurunga, Halmahera Selatan yang merupakan jemaah tertua dari Maluku Utara. Usianya kini telah mencapai hampir 95 tahun, ia tidak mampu lagi untuk berdiri dan harus melaksanakan rukun haji di atas Kursi Roda.

ljl

Wahab lahir pada 12 Oktober 1921, ia pernah bekerja sebagai Petugas Pencatat Nikah di kantor desa semasa mudanya. Wahab menyukai pekerjaannya, namun upah yang diterimanya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga ia pun melakukan upaya bercocok tanam sebagai usaha sampingan untuk dapat membiayai hidup dan menyekolahkan anak-anaknya.

Wahap mengaku bahwa biaya keberangkatan haji berasal dari anak-anaknya, “Merekalah yang kasih naik saya haji,” ungkap kakek yang telah memiliki 20 cucu dan 7 cicit ini. Meski  secara mental Wahab telah siap berangkat ke Tanah Suci namun ia terancam tidak dapat berangkat jika tidak ada yang mendampingi mengingat usianya yang telah lanjut dan ia bukan tergolong sebagai jemaah mandiri karena menggunakan kursi roda. (fh)


Back to Top