Usai Seleksi se-Indonesia, 85 Mahasiswa Terbaik Raih Beasiswa Tahfidz Quran

(gomuslim). Baru-baru ini, Pondok Pesantrean Penghafal Alquran dalam Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Darul Quran dengan pergerakannya untuk mencetak generasi bangsa yang berjiwa kepemimpinan sekaligus berakhlaqul karimah, PPPA Daarul Qur'an menghadirkan program Beasiswa Tahfidz Qur'an (BTQ) for Leader bagi putra-putri terbaik di seluruh Nusantara.

Program ini pun direspons baik oleh pelajar di seluruh pelosok negeri. Tak hanya dari pulau Jawa, banyak pula peserta yang berkelahiran dan tinggal di daerah lain. Tercatat, ratusan orang mendaftarkan dirinya menjadi calon penerima beasiswa.

"Keseluruhan tahap telah rampung. Ada 85 mahasiswa terbaik dari 22 Universitas Negeri terbaik di Indonesia yang berhasil menerima BTQ for Leader,'' ujar Program Officer PPPA Daarul Qur'an Jaihidin Zey, seperti dilansir dari publikasi resmi PPPA Daqu.

Salah seorang peserta asal Padang, Sumatera Barat yang berhasil lolos bernama Annisa Dzakia Ramadhina berusia 17 tahun nampak sangat bersemangat. Pengincar Fakultas Teknologi Pangan di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengaku sangat antusias dan senang tatkala pertama kali mendengar kabar adanya BTQ ini.

"Memilih IPB karena lingkungannya yang kondusif dan terjaga. Saya pun ingin lebih mengeksplorasi dan melakukan penelitian tentangpangan. Selain terus berazam untuk menggenjot hafalan hingga 30 juz," jelas dara lulusan SMA Negeri 1 Sumatera Barat ini.

Adapaun orientasi seleksi ini, kata Jaihidin, tak hanya dari kuantitas atau jumlah peserta yang lolos nanti, tapi juga kualitas, kemampuan dan kesiapan pesertalah yang menjadi titik fokus penilaian kepada para calon penerima beasiswa.

Ia menambahkan, usai pengumuman hasil akhir beberapa waktu lalu, para penerima beasiswa akan mendapatkan pembinaan secara rutin. Untuk mengawalinya, akan diselenggarakan penandatanganan akad penerima BTQ for Leader pada September 2016 mendatang.

"InsyaAllah, agenda tersebut akan terselenggara pada September bulan ini di Bogor. Tidak hanya penandatanganan saja, tetapi diisi pula dengan pembekalan tahap awal dan akan berlangsung sepanjang mereka menerima BTQ for Leader," tuturnya.

Mereka akan menempa ilmu akademik, sekaligus agama di 24 Perguruan Tinggi Negeri ternama di seluruh Indonesia. Namun, PPPA percaya seluruh peserta yang tengah menjalani seleksi ini adalah orang-orang terpilih, yang akan menjadi saksi kebesaran bangsa Indonesia dan tentunya Islam.

PPPA Daarul Qur’an adalah lembaga pengelola sedekah yang berkhidmad pada pembangunan masyarakat berbasis tahfizhul Qur’an yang dikelola secara profesional dan akuntabel. Bermula pada tahun 2003, saat Ustadz Yusuf Mansur berkhidmad untuk menciptakan kader-kader penghafal Al-Qur’an di Indonesia dengan Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Qur’an, dimulai dengan mengasuh beberapa santri tahfizh, kemudian berkembang hingga ribuan santri yang tersebar di seluruh Indonesia. Berawal dari sudut sempit Musholla Bulak Santri yang bersebelahan dengan makam desa, di tempat inilah berawal aktivitas PPPA Daarul Qur’an mengusung visi dan cita-cita besar.

PPPA Daarul Qur’an berkonsentrasi dalam upaya membangun kesadaran masyarakat untuk kembali pada Al-Qur’an, dengan menggulirkan program-program yang bertujuan untuk membibit dan mencetak penghafal Qur’an. Makin hari, gerakan dan kesadaran masayrakat untuk melahirkan para penghafal Al-Qur’an terus meluas. Maka diperlukan payung kelembagaan yang kuat dan profesional. Pada 29 maret 2007 di Balai Sarbini Jakarta, identitas PPPA Daarul Qur’an resmi diperkenalkan ke publik dan dikukuhkan melalui akte notaris pada (11/05/2007).

PPPA Daarul Qur’an membangun gerakan Rumah Tahfizh di dalam dan luar negeri. Dalam program dakwah dan sosial, PPPA juga terlibat dalam pembangunan kemandirian dan pengembangan masyarakat berbasis tahfizhul Qur’an. Mulai bantuan beasiswa, kemanusiaan, kesehatan, dan pengembangan masyarakat. Dengan program kreatif, membumi, dan tepat sasar PPPA terus dipercaya masyarakat sebagai mitra pengelola sedekah dalam pembangunan bangsa berbasis tahfizhul Qur’an. (fau/daqu/dbs)


Back to Top