Jerman Makin Buka Tangan ke Pengungsi Korban Perang, Yakin Muslim Bukan Teroris

(gomuslim). Negara-negara Eropa jika dilihat dari kawasan Timur Tengah adalah layaknya tanah yang terjanjikan menjadi tempat tinggal.  Eropa terlihat damai dan tak ada masalah dengan banyaknya imigran yang masuk ke wilayah itu.

Salah satunya adalah Jerman, negara yang pernah berpaham fasisme di bawah Hitler ini mampu mengaplikasikan ajaran Islam tentang menerima tamu dengan baik. Contohnya sudah banyak terlihat, salah satunya adalah korban perang atau kemiskinan dari Timur Tengah atau Afrika diterima dengan baik di Jerman.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada Rabu (17/08/2016), Jerman sangat terbuka terhadap pengungsi dan pencari suaka. Ia juga meyakini bahwa pengungsi tidak membawa terorisme dan Islam merupakan bagian dari Jerman selama dipraktikkan sesuai dengan cara menghormati konstitusi.

Hal ini juga sejalan dengan sebuah hadis Nabi yang mengajarkan umatnya untuk mengucapkan salam di dalam setiap memasuki rumah. Rumah ini dapat diartikan juga sebagai suatu wilayah yang sudah dikuasai orang lain. Karena dengan mengucapkan salam, menandakan keluhuran adab sopan santun orang tersebut. Dari hadits ini, jika dikorelasikan dengan para pengungsi, yang mayoritas umat Islam, untuk mematuhi aturan dari setiap negara yang ia singgahi dan ia tempati. Dengan tidak melakukan tindakan melawan konstitusi sebuah negara.

Lanjut Merkel, sebaliknya banyak orang yang telah melakukan perjalanan dari Jerman ke Suriah atau Irak untuk bergabung dengan ISIS. Di konfirmasi oleh Menteri Dalam Negeri Thomas de Maizere, bahwa ada 800 warga Jerman yang diyakini pergi ke Suriah dan Irak. Ini yang di khawatirkan oleh pemerintah Jerman selama beberapa tahun.

Berhubung dengan banyaknya migran di Jerman, tentunya banyak pandangan untuk menerima atau menolak, meskipun  ada yang menolak terkait dengan adanya penyerangan beruntun yang melibatkan warga pengungsi dan pencari suaka Timur Tengah. Jerman tetap dengan pendiriannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan perlindungan, karena pengungsi yang melarikan diri dari negara asalnya karena perang atau penganiayaan, dalam Kebijakan negara Jerman, mereka memiliki hak untuk dilindungi.

Pemerintah Jerman dengan tegas mengatakan bahwa Islam yang sesuai kontitusi merupakan bagian dari Jerman. Dan sebaliknya jenis Islam yang tidak sesuai konstitusi atau tak menerima hak yang sama bagi perempuan tak memiliki tempat di Jerman.  

Dengan kebijakan perlindungan langsung dari Kanselir Jerman, Islam yang dulunya asing di Jerman, kini menjadi awam bagi masyarakat Jerman. Bagaikan bunga yang tumbuh subur menghiasi negeri Eropa yang tersebar tanpa menghadirkan kekerasan, namun dengan keluhuran budi pekerti pemeluknya. (mrz/dbs)


Back to Top