Kawasan Pattaya Disiapkan Untuk Destinasi Wisata Halal Baru di Thailand

(gomuslim). Baru-baru ini, Thailand yang sedang gencar dengan promosi wisata halalnya membuat sebuah terobosan baru dengan meluncurkan sebuah area untuk pariwisata berkelanjutan, yaitu Pattaya sebagai tujuan makanan halal untuk menarik wisatawan lebih banyak Muslim dari ASEAN dan negara-negara Muslim lainnya.

Direktur Program pengembengan Pattaya Thiti Chantaengphol mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan komunitas Nern plub Wan di Nong Prue kota tersebut untuk mengembangkan masyarakat menjadi pusat pemasok makanan halal untuk wilayah Pattaya.

"Program kami ini  bertujuan untuk memanfaatkan pengunjung dari ASEAN dan Timur Tengah, terutama Indonesia," katanya.

Menurut Kementerian Pariwisata dan Olahraga  dan data Departemen Pariwisata Thailand, ada 658.129 wisatawan dari Timur Tengah yang mengunjungi Thailand. Sedangkan tahun lal terdapat  2,20% dari pangsa pasar secara keseluruhan, sementara 469.226 wisatawan Indonesia melakukan perjalanan ke kerajaan dengan pangsa pasar 1,57%.

"Pattaya telah menjadi tujuan populer bagi wisatawan Muslim dan kami akan fokus pada perluasan komunitas Nong Prue untuk memimpin dalam penyediaan bahan dan pelatihan dalam metode memasak produk halal termasuk proses pengadaan makanan, transportasi dan makanan kemasan," jelas Thiti Chantaengphol, seperti dilansir dari publikasi TheHalalTimes.

Organisasi pengembangan kawasan Pattaya  akan bekerja sama dengan Komite Islam Chonburi murah dari Thailand untuk sertifikasi makanan halal. Selain itu, program ini akan bekerja dengan Thai Hotel Association, Timur Bab  untuk mendorong 40 hotel di Pattaya untuk mempelajari pengolahan dan memasak dengan metode yang benar untuk makanan halal.

Saat ini, Thailand menempati peringkat kedua di atas 10 tujuan wsiata halal non-OKI dari MasterCard Crescent Penilaian global Travel Indeks Muslim (GMTI) yang dilakukan pada tahun 2016. Indeks tersebut  juga menyebutkan bahwa Malaysia dan Singapura mempertahankan posisi mereka sebagai tujuan utama untuk pasar perjalanan Muslim, di kategori OKI dan non-OKI (ada 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam.) Studi keseluruhan tertutup pada 130 tujuan campuran negara OKI dan non-OKI.

Pada tahun 2015, wisata Muslim mewakili 117 juta perjalanan, hampir 10% dari seluruh pasar wisata. Hal ini diperkirakan akan tumbuh menjadi 168 juta pengunjung pada tahun 2020, sebesar 11% dari segmen pasar dengan nilai pasar diproyeksikan melebihi USD200 miliar. Sedangkan untuk Asia dan Eropa adalah dua daerah teratas di dunia menarik pengunjung Muslim akuntansi untuk 87% dari seluruh pasar.

Thailad memang unggul dalam hal rekomendasi wisata halal bagi turis muslim. Hal tersebut terbukti dari  posisi tertinggi dalam hal jumlah turis muslim yaitu enam juta orang yang menikmati wisata halal yang ditawarkan Thailand. Fakta tersebut membuktikan Thailand lebih unggul dari Indonesia, Malaysia, dan Singaura. Untuk Indonesia sendiri yang menargetkan 20 persen dari 10 juta wisatawan mancanegara menikmati wisata halal yang ditawarkan, yang berarti setidaknya dua juta orang ditargetkan menjadi pasar untuk wisata halal di Indonesia. Namun, ternyata angka tersebut masih lebih sedikit dibanding angka yang berhasil diraih negara lain untuk wisata halal, seperti Thailand, Malaysia dan Singapura. Singapura menargetkan empat juta wisatawan dan Malaysia menargetkan lima juta orang. (fau/dbs)


Back to Top