Kerap Dianggap dengan Pelayanan Buruk, Menteri Perhubungan Saudi Lakukan Sidak di Bandara Jeddah

(gomuslim). Mendekati bulan Dzulhijjah, Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAA) Jeddah tidak berhenti menerima kedatangan rombongan jemaah haji. Upaya peningkatan mutu layanan terhadap jemaah telah disampaikan langsung oleh Raja Salman sampai ke jajaran para menterinya. Untuk memastikan kondisi pelayanan berjalan baik, maka Menteri Perhubungan Saudi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Bandara KAA Jeddah belum lama ini.

Sebagaimana yang dilansir dari Al Riyadh, Menteri Perhubungan Saudi Sulaiman bin Abdullah Al Hamdan melakukan pemeriksaan di 14 gerbang keberangkatan dan 13 gerbang kedatangan. Menteri Perhuhubungan sekaligus ketua Lembaga Penerbangan Saudi ini juga memeriksa ruang tenaga medis yang tersedia di bandara KAA tersebut.

Sewaktu melakukan sidak, Hamdan menyempatkan diri untuk memberi arahan kepada setiap petugas bahwa pihak Kerajaan Saudi telah memerintahkan agar setiap pegawai di bandara tersebut harus bekerja sekuat tenaga melakukan yang terbaik untuk melayani jemaah haji. Konsentrasi sidak yang dilakukan oleh Hamdan adalah untuk memastikan pelayanan jemaah berlangsung dengan baik, karena lembaga kementerian yang dipimpinnya telah bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Menurut Hamdan saat melakukan sidak, tidak  ada hal-hal yang mengecewakan para jemaah, karena penyambutan yang diberikan telah berjalan baik tanpa ada hal-hal yang melanggar aturan. Sikap para pekerja terhadap calon jemaah haji pun diperhatikan oleh Hamdan, menurutnya segenap pihak harus menerima jemaah haji dengan tangan terbuka. Saat sidak di Bandara KAA tengah berlangsung, sejumlah jemaah asal Daka tiba di Bandara KAA, Hamdan pun langsung menyambut jemaah tersebut dengan hangat dan memberikan sebuah bingkisan.

jljljl

Bandara KAA Jeddah kerap menjadi sorotan banyak jemaah, pasalnya bandara ini telah dikenal dengan pelayanan yang buruk pada tahun lalu. Pada musim haji 2015, untuk pemeriksaan 1 orang jemaah dapat membutuhkan waktu 2-3 jam sehingga banyak jemaah haji yang kelelahan. Lain halnya dengan pelayanan bandara di Madinah yang hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk proses pemeriksaan imigrasi.

Meski pada saat sidak di Bandara KAA yang dilakukan oleh Menteri Perhubungan Saudi berjalan lancar, namun belum lama ini tepatnya pada (17/08/2016) di bandara Madinah sempat terjadi kehebohan dengan penahanan 3 orang jemaah asal Nigeria yang diduga menyeludupkan kokain dan mereka masih ditahan oleh petugas yang berwenang di sana.

Sejatinya inspeksi yang dilakukan oleh Menteri Perhubungan Saudi adalah bentuk dari upaya memastikan jalannya pelayanan dengan baik sebagaimana yang telah dititahkan oleh Raja Saudi. Namun pihak-pihak yang dilibatkan dalam bandara beberapa hari sebelumnya, telah ditekankan untuk merealisasikan citra pelayanan terbaik sebagai bentuk dari bagian perwujudan Visi 2030 Arab Saudi untuk memajukan sektor pariwisata.

Maka dengan demikian, segenap pegawai pemerintahan diwajibkan untuk merubah citra pelayanan buruk agar menjadi jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. (fh/Almadina)


Back to Top