Dua Kali Dapat Teguran Keras, Katering Haji Siap Sajikan Makanan Sesuai Standar

(gomuslim). Setelah diberi tenggat waktu hingga tanggal 18 Agustus untuk memperbaiki layanan katering, akhirnya tiba juga waktunya untuk menyidak penyedia katering bagi yang tidak memenuhi kelayakan. Tiga penyedia katering jemaah haji Indonesia dipastikan telah merespon teguran keras yang disampaikan langsung oleh Kepala Daker Makkah, Arsyad Hidayat. Menurutnya, hasil kunjungan akhir tim pengawas katering menunjukan adanya perbaikan signifikan.

Ketiga penyedia katering yang mendapat teguran adalah Syalal Asia, Ruwad Makkah, dan Rimas. Berdasarkan laporan yang kami terima, semua sudah melakukan perbaikan. Rimas bahkan sudah menyerahkan sample makanan yang proses produksinya langsung disaksikan tim pengawas, demikian penjelasan Arsyad saat dikonfirmasi terkait hasil visitasi tim pengawas kepada tiga dapur penyedia katering, Rabu (17/08/2016).  

Selama di Makkah, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan dua kali makan (siang dan malam) selama 12 hari. Untuk memastikan kualitas dan rasa masakan bercitarasa Indonesia, tim pengawas katering telah melakukan kunjungan dan pengawasan, khususnya kepada dapur penyedia katering yang baru menjalin kerja sama pada tahun ini.

Selain menambah frekuensi pemberian makan, pada musim haji tahun 2016 pemerintah memperhatikan kualitas rasa sajian makanan untuk jamaah. Pemerintah mewajibkan seluruh dapur menggunakan juru masak asal Indonesia.

Pada penyelenggaraan haji tahun ini, Daker Makkah telah melakukan kontrak kerja sama dengan 23 perusahaan peyedia katering. Dua belas di antaranya adalah penyedia katering yang dikontrak pada tahun lalu, sedang 11 lainnya baru menjalin kerjasama tahun ini. Kepada ke-11 katering baru ini, tim pengawas telah melakukan kunjungan. Tiga diantaranya mendapat teguran keras dan diminta untuk segera melakukan perbaikan.

Pihak PPIH Daker Makkah mengeluarkan teguran kepada tiga penyedia katering yang belum siap memberikan layanan. Tadi pagi dan siang, tim pengawas sudah melakukan pengawasan dan pengecekan kembali. Alhamdulillah mereka melakukan perbaikan, tutur pria yang sehari-hari bertugas sebagai staf 3 Teknis Urusan Haji ini.

Senada dengan Arsyad, salah satu anggota tim pengawas katering Daker Makkah Riki Rahdiwansyah mengatakan bahwa ketiga katering yang mendapat teguran keras sudah melakukan perbaikan. Ditemui saat mengikuti Malam Taaruf Daker Makkah, pria yang tercatat sebagai dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung ini mengaku sudah melakukan kunjungan akhir dan melihat langsung perbaikan persiapan ketiga dapur tersebut.

Meski demikian Riki dan tim pengawas akan terus melakukan monitoring terhadap dapur-dapur penyedia layanan katering untuk menjaga kualitas makanan yang akan didistribukan kepada jemaah haji Indonesia. Agar tetap terjamin kebersihan dari makanan yang diberikan kepada Jemaah haji, hal ini untuk mengantisipasi adanya Jemaah haji yang sakit karena makanan. (mrz/dbs)

 

.

 


Back to Top