Kadin Mekkah: Permintaan Pasar Meningkat Seiring Berlangsungnya Musim Haji

(gomuslim). Musim haji membawa berkah tersendiri tidak hanya bagi para jemaah namun juga bagi penduduk  Kota Mekkah, pasalnya perekonomian kota ini meningkat seiring berlangsungnya musim haji. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Mekkah memandang bahwa saat-saat seperti ini, aktivitas perdagangan dan industri di kota Mekkah berjalan lebih baik dari biasanya. Hal ini terlihat dari permintaan pasar yang mengalami peningkatan, karena banyaknya pengunjung yang berasal dari berbagai negara.

Menurut Ketua Majelis Administrasi Kamar Dagang Mekkah Mahir bin Shalih Jamal, industri saat ini fokus pada tujuan peningkatan produksi untuk kepentingan perekonomian lokal (Mekkah, red) di musim haji dan umrah. Tentunya hal ini dapat mempengaruhi perekonomian masyarakat lokal serta membantu penyediaan keperluan peziarah termasuk juga jemaah haji yang ada di Mekkah.

“Masyarakat yang aktif dalam industri dari berbagai bidang akan mendiskusikan masa-masa perkembangan produsksi untuk memenuhi permintaan pasar yang berdampak pada peningkatan beberapa sektor perekenomian di Mekkah selama musim haji dan umrah berlangsung,” ujar Jamal

Dengan demikian Kadin Mekkah akan membantu segala hal yang dapat menunjang pengingkatan produksi dari pelaku industri lokal. Karena dampak dari hal ini, tidak hanya pelaku usaha yang akan menerima keuntungan dari aspek industri, masyarakat juga terbantu jika industri dapat memenuhi permintaan pasar.

Seiring berlangsung musim haji pada bulan Dzulkoqdah-Dzulhijjah, perekonomian Saudi khususnya kota Mekkah dan Madinah terbantu dari pendapatan belanja jemaah. Pemerintah Saudi pada 2020 menargetkan pendapatan hingga SAR 200 miliar atau Rp704,5 triliun dari aktivitas umrah dengan jumlah jemaah 15 juta orang per tahun, tentu target tersebut bukan pencapaian angka yang kecil karena hampir sebanding dengan sepertiga APBN Indonesia 2016.

Jika pada tahun 2020 Saudi menargetkan 15 juta jemaah atau pengunjung maka pada tahun 2030 negara ini menargetkan 30 juta pegunjung atau jemaah haji dan umrah. Target ini adalah target besar yang dicanangkan untuk merealisasikan Visi 2030 Saudi, mengingat estimasi dari akumulasi jemaah pada 2020 telah diprediksi akan menyumbang pendapatan negara sebesar Rp704,5 triliun dan jika ditargetkan dua kali lipat dalam satu dekade ke depan maka diprediksi Saudi akan mendapatkan Rp1.409 triliun dari sektor pariwisata, maupun penyelenggaraan haji dan umrah.

Pendapatan dari sektor tersebut masih berupa estimasi dan belum dapat dipastikan mengenai ketepatan prediksi yang dilakukan oleh Pemerintah Saudi. Meski visi tersebut telah dikampanyekan mulai tahun ini, namun masih banyak yang perlu dibenahi terkait penyelenggaraan haji dan umrah. Perlu diketahui bahwa pendapatan Saudi selama musim haji 2014 sebesar Rp223,7 triliun. Menurut seorang ekonom Saudi Al-Marzuq pada saat musim umrah atau haji banyak terbuka peluang kerja bagi masyarakat Saudi khususnya di Mekkah dan Madinah. Maka dari itu, musim haji dan umrah merupakan momentum istimewa bagi masyarakat Saudi. (fh/makkahnews)


Back to Top