“Tashrih Haji” Gencar Disosialisasikan, Imam Masjid Nabawi Angkat Bicara

(gomuslim). Belum lama ini Pemerintah Saudi menggencarkan aksi kampanye pada terkait tashrih haji (surat izin haji) baik bagi jemaah lokal maupun jemaah mancanegara. Dengan demikian saat memasuki kawasan ritual ibadah haji setiap jemaah akan diperiksa kelengkapan dokumennya dan jika tidak memiliki tashrih haji, maka tidak diperbolehkan memasuki kawasan haji dan akan didenda berdasarkan aturan yang berlaku.

Munculnya kebijakan seperti ini mengundang perhatian dari seorang Imam dan Khatib Masjid Nabawi Syeikh Husain Ali Syeikh. Saat menyampaikan khutbah Jumat (19/08/2016), beliau mengikatkan kepada seluruh jemaah bahwa aturan yang ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan kemaslahatan kaum Muslim untuk menghindari terjadinya bahaya di kawasan tanah suci.

Dalam khutbah Jumat yang disampaikan di Masjid Nabawi, Syeikh Husain menjelaskan bahwa kewajiban memiliki tashrih haji adalah untuk kepentingan keselamatan jemaah saat memasuki area Tanah Suci. Ia berpendapat bahwa hal terpenting dalam melaksanakan ibadah haji adalah menyatukan keimanan dan persaudaraan di antara umat Muslim seluruhnya dari timur sampai barat. Persaudaraan (ukhuwah) dapat terjalin tidak hanya untuk kemaslahatan dunia namun juga untuk kemaslahatan agama (akhirat).

Selanjutnya Syeikh Husain menyampaikan bahwa kewajiban untuk mengikuti peraturan merupakan hakikat untuk mengadakan suatu kemaslahatan dan mencegah munculnya bahaya terhadap umat Islam. Maka dari pada itu diharuskan memiliki surat izin untuk dapat memasuki area haji, karena kebijakan tashrih haji menurut imam Masjid Nabawi ini, hal tersebut didasarkan pada kaidah tolong-menolong atas dasar kebaikan dan takwa dan kaidah fikih, “Apa saja yang menurut kebanyakan manusia baik maka baik pula hal tersebut di sisi Allah”.

ls;fsgj;;

Imam Masjid Nabawi tersebut menyinggung perihal tashrih haji dengan mengaitkan peraturan tersebut ditetapkan atas pertimbangan kemaslahatan umat. Kapasitas ruang untuk jemaah haji yang telah disiapkan sudah ditentukan sebelum dilakukannya aktivitas ibadah haji. Sehingga jika ada yang masuk ke wilayah tersebut tanpa memiliki tashrih maka tidak mendapatkan fasilitas tenda yang telah disiapkan oleh otoritas terkait.

Sebagaimana yang telah disiarkan oleh TV Arab Net, pada tahun lalu beberapa jemaah lokal tanpa tashrih melakukan safar haji dengan berjalan kaki menuju kawasan suci tempat berlangsungnya ritual haji, ketika jemaah tanpa tashrih tiba di Mina mereka tidak dapat memasuki kawasan ini karena telah dipagari dengan besi dan kawat. Saat diwawancarai, salah seorang dari mereka berkomentar bahwa larangan tersebut belum mereka ketahui, sehingga dianggap bahwa untuk melaksanakan ibadah haji dapat dilakukan begitu saja tanpa izin kepada pihak berwenang. Karena itulah kampanye tashrih haji ini gencar dilakukan oleh otoritas Saudi termasuk menggandeng ulama setempat untuk memberikan penjelasan kepada jemaah. (fh/Alriyadh)

khkjh


Back to Top