100 Tenaga Medis Spesialis Siap Periksa Kesehatan Jemaah Haji di Pelabuhan Jeddah

(gomuslim). Direktur Pusat Pengawasan Kesehatan di Pelabuhan Jeddah Islamiy Dr Adil Turkistany menjelaskan bahwa pihaknya siap melakukan pemeriksaan kesehatan jemaah yang masuk ke Saudi melalui jalur laut. Ia pun menjelaskan bahwa lembaganya telah menyiapkan 100 tenaga medis spesialis untuk pemeriksaan jemaah pria dan 100 tenaga medis spesialis untuk memeriksa jemaah wanita.

Menurut Turkistany, kedatangan pertama jemaah haji jalur laut berasal dari Sudan dengan jumlah 1030 jemaah haji. Semuanya diperiksa berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan dan diberikan vaksinasi untuk pencegahan penyakit menular. Penularan virus penyakit merupakan hal yang membahayakan jemaah haji, sehingga virus tersebut harus segera dicegah agar tidak masuk ke Saudi.

Selain upaya pemeriksaan dan vaksinasi jemaah haji, Departemen Kesehatan Saudi juga memberikan arahan penting agar jemaah haji dapat menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah rukun Islam yang kelima.

Tenaga medis yang dikerahkan oleh Pemerintah Saudi, tidak hanya berasal dari Jazirah Arab, sebab dalam penyelenggaraan haji negara ini telah menggandeng Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan efektifitas pemeriksaan kesehatan jemaah haji. Mengingat penularan virus rentan terjadi, maka pintu masuk dari jalur udara, darat dan laut dijaga ketat tidak hanya oleh aparat keamanan namun juga petugas kesehatan.

Sejatinya beberapa lembaga telah terintegrasi dalam pelaksanaan tugas penyelenggaraan haji. Dengan demikian jika petugas keamanan melihat jemaah haji belum melewati tahap pemeriksaan maka akan diarahakan ke posko kesehatan haji sebelum memasuki Tanah Suci.

Kondisi kesehatan jemaah merupakan hal penting yang harus dijaga serta diawasi oleh tenaga medis. Pasalnya, banyak jemaah haji yang menderita penyakit tertentu bahkan berisiko tinggi. Belum lama ini jemaah haji Indonesia asal ponorogo bernama Senen Dono Medjo (79) meninggal dunia dan diketahui bahwa almarhum memiliki riwayat sakit.

Berdasarkan keterangan dari salah seorang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Bagus menjelaskan bahwa Senen meninggal dunia saat sedang shalat di dalam Masjid Nabawi Madinah. Namun kronologi meninggalnya Senen belum diketahui dan hanya diduga karena sakit.

Terkait dengan banyaknya jemaah yang memiliki riwayat sakit bahkan berisiko tinggi, Pusat Kesehatan Haji menjelaskan bahwa tidak ada penyakit menular yang diidap oleh jemaah, kebanyakan jemaah menderita hipertensi atau darah tinggi.

Penyakit yang menjadi momok segenap pihak penyelenggara haji, adalah penyakit menular akibat virus tertentu sebagaimana penyebaran virus Mers Corona yang pernah menyerang jemaah haji. Oleh karena itu Departemen Kesehatan Saudi gencar melakukan aktivitas pemeriksaan dan pencegahan virus di sejumlah gerbang masuk negara. (fh/Alriyadh/Almadina)


Back to Top