Pembukaan ‘Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Gontor’

Wapres Jusuf Kalla Berharap Pondok Modern Gontor Jadi Pesantren Visioner

(gomuslim).  Pondok Modern Darussalam Gontor resmi membuka ‘Peringatan 90 Tahun’. Pembukaan peringatan ini dimulai dengan acara sujud syukur bersama yang dilakukan di  Masjid Jami’ Pondok Modern Gontor, kemudian acara pembukaan diselenggarakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Acara pembukaan Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Gontor ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Dalam sambutannya, beliau mengimbau bahwa modern adalah istilah yang erat dengan visioner maka Pondok Modern Gontor harus menerapkan sistem pendidikan yang visioner.  "Gontor ini pondok pesantren modern, modern berarti visioner. Oleh sebab itu, harus bisa membedakan antara lembaga pendidikan dan museum," ujar Wapres JK dalam sambutan pembukaan.

Maksud dari kata “visioner” yang disampaikan oleh Wapres JK adalah, pendidikan pesantren harus dinamis seiring berkembangnya kemajuan zaman, "Anak-anak kita yang dulu belajar di sini akan memanfaatkan 10 tahun yang akan datang. Jadi, perlu juga diajarkan ilmu yang bermanfaat untuk 10 tahun yg akan datang. Modern tahun 1926 (berdirinya) Gontor, berbeda dengan saat ini," ujarnya baru-baru ini.

ljljlj

Wapres JK memiliki kenangan tersendiri terhadap pensantren modern pertama di Indonesia ini, saat berlangsungnya acara Sujud Syukur 90 Tahun Gontor di Masjid Istiqlal, Jakarta, (28/05/2016), ia menyampaikan bahwa ayahnya sempat mengatakan pendidikan yang paling bagus di Indonesia terletak di Jawa yakni Pondok Modern Gontor, namun sayangnya saat kakak dari sang Wapres tidak lulus ujian masuk. Nama pesantren ini juga tidak hanya dikenal di Tanah Air di sejumlah negara pesantren ini telah dikenal, maka pola pendidikannya harus visioner.

Karena itu, Wapres JK pun berharap bahwa para santri juga diajarkan keterampilan khusus untuk dapat bersaing selepas lulus dari pesantren. Usai memberikan sambutan dan menghadirkan pembukaan acara ‘Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Gontor’, Wapres pun menyempatkan diri untuk mengunjungi Universitas Islam Darussalam (UNIDA) yang dahulu bernama Istitut Islam Darussalam (ISID).

Pondok Modern Gontor banyak melahirkan putra terbaik bangsa yang berperan dalam berbagai bidang, dari bidang pendidikan, wiraswasta sampai  menduduki posisi strategis di jajaran pemerintahan. Pondok ini telah berdiri hampir 1 abad, bahkan di usianya yang hampir memasuki 90 tahun, jumlah santri dari seluruh pondok pusat maupun cabang-cabangnya telah mencapai 21 ribu orang, cabang-cabang pesantren ini tersebar di sejumlah daerah di Tanah Air.

dghdh

Pola pendidikan yang diterapkan pada Pondok Modern Darussalam Gontor  mendorong para santrinya untuk dapat ikhlas, bepikir bebas, berdikari dan tetap sederhana. Meski banyak alumni Pondok Modern Gontor yang berkiprah di ranah politik, namun pesantren ini tidak sedikitpun berafiliasi ke salah satu partai politik maupun ormas Islam. Dalam hal ini Pondok Modern Gontor memiliki semboyan, ‘Berdiri di Atas untuk Semua Golongan’ dengan demikian semua golongan Muslim dapat menuntut ilmu di pondok ini dengan mendapat fasilitas yang disetarakan satu sama lainnya.

Selain di Pondok Modern Gontor Putra, Ponorogo, acara ‘Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Gontor’ juga diselenggarakan di Pondok Modern Gontor Putri, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur. Ribuan santri turut meramaikan acara peringatan ini dengan mengisi sejumlah acara seperti perlombaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Festival Bahasa Arab dan Inggris, Kompetisi Sepabola Se-Jawa Timur, Dialog Kebangsaan Bersama MPR RI di Gedung Nusantara V DPR/MPR RI, Pekan Olahraga Mahasiswa Se-Jawa, Multaqo Ulama Se-Asia Tenggara, Dauroh Dai dan Imamah, serta Reuni Alumni Program Kaderisasi Ulama (PKU). (fh)


Back to Top