Jemaah Haji Indonesia Mulai Menumpuk di Mekkah, Panitia Tambah Tiga Fasilitas Baru

(gomuslim). Selasa (23/08/2016) kloter pertama jemaah calon haji gelombang kedua dari tanah air dijadwal mulai mendarat di Jeddah, kemudian bergabung dengan ribuan jemaah kloter pertama yang sudah bergerak ke kota suci Mekkah. Mulai pekan ini kota Mekka diperkirakan semakin padat karena jemaah haji dari seluruh penjuru dunia juga bergerak di lokasi yang sama untuk menunaikan umrah sebelum haji.

Selama di Mekkah, banyak tambahan fasilitas yang dinikmati Jemaah haji Indonesia tahun 2016. Tambahan tiga fasilitas ini belum ada pada musim haji sebelumya.

Pertama, penyelenggara menambahan jatah makan selama di Mekkah meningkat dari hanya 15 kali, menjadi 24 kali selama 12 hari.

Kedua, selama ini Muassasah Asia Tenggara yang berkhidmat untuk Jemaah haji Indonesia hanya menyiapkan tenda berkarpet di Arafah, tahun ini juga menyediakan karpet untuk bermalam di Muzdalifah. Dengan dipasangnya karpet ini, para jamaah diharapkan bisa lebih nyaman saat  menginap (mabit) di Muzdalifah meski hanya beberapa saat.

"Di Muzdalifah, seluruh jemaah haji Indonesia sudah kita pasang karpet," ujar  Ketua Muassasah Asia Tenggara Muhammad Amin Indragiri saat menyampaikan sambutan pada rapat antara Muasasah Asia Tenggara dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Makkah. 

Dalam acara tersbeut hadir para pengurus Muasasah, Maktab, dan jajaran PPIH Arab Saudi 1437H/2016M.

Arsyad Hidayat yang tahun ini kembali menjadi kepala Kepala Daker Mekkah menyambut baik hal ini. Menurutnya, informasi ini merupakan kabar gembira bagi jemaah haji Indonesia. 

"Karpet ini mudah-mudahan bisa menjadi tempat istirahat jemaah haji, khususnya pada saat menunggu di Muzdalifah sebelum bertolak ke Mina setelah pertengahan malam," terang Arsyad. Tahun-tahun sebelumnya, jemaahhaji tercecer di mana-mana, tidur dihamparan seadanya sehingga tampak kurang baik.

Dikatakan, dalam kondisi lelah setelah di Arafah, kalau ada karpet di Muzdalifah, mereka bisa duduk. “Juga bisa tidur dan istirahat, saya kira juga bagus buat jemaah haji," tambahnya.

Ketiga, pada tahun ini musim haji jatuh pada musim panas ekstrim, sehingga pihak Muassasah  memastikan akan memasang ‘water fan’ di setiap tenda dan saat ini (Senin, 22/08/2016) petugas sudah mulai memasang di tenda jemaah haji Indonesia di Arafah. "Alhamdulillah, water fan sudah sampai di tenda kita dan sudah kita pasang lebih dari 1000 unit. Insya Allah lima hari ke depan sudah selesai," ujarnya.

Sementara, berdasarkan jadwal pemberangkatan Jemaah hajid ari tanah air,  kloter pertama dari keberangkatan Gelombang II dijadwalkan mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada Selasa (23/08/2016), pukul 09.40 WAS dengan jumlah jamaah 360 orang termasuk petugas kloter. Yaitu Kloter SOC 35 dengan penerbangan Garuda Indonesia. Dengan mulai masuknya Jemaah haji gelombang kedua dan Jemaah gelombang pertama mulai meninggalkan Madinah, diperkirakan kepadatan kota suci Mekkah akan semakin meningkat.

Dilaporkan, suhu udara di Mekkah, Arab Saudi, mulai merangkak naik. Cuaca Makkah pada Ahad (21/08/2016) ini diperkirakan mencapai suhu maksimal 44 derajat Celcius. Berdasarkan data Accuweather.com, suhu rata-rata mencapai 29 derajat Celcius dengan kelembaban 43 persen. Suhu minimal mencapai 31 derajat Celcius dan suhu maksimal 44 derajat Celcius. Suhu udara di Mekkah  cenderung  meningkat  pada kisaaran angka 41-44 derajat Celcius. (mm/bs)


Back to Top