Nasyiatul Aisyiyah

Agar Peran Perempuan Tak Hanya Sekedar 'Konco Wingking'

(gomuslim). Perempuan mempunyai peran yang besar dalam sebuah tatanan keluarga, perempuan tak bisa dipandang sepele oleh laki-laki. Karena di tangan perempuan peradaban bisa terbentuk dengan baik dan di tangan perempuan pula peradaban bisa hancur berantakan. Karena memang perempuan mempunyai peran dalam pendidikan awal terhadap anak. Dengan begitu, setiap perempuan muslim hendaknya menempuh pendidikan sampai jenjang yang tinggi dan menambah wawasan yang lebih luas.

Tema peran perempuan akan menjadi topik bahasan dalam Organisasi otonom putri Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang akan segera melakukan regenerasi kepemimpinan seiring Muktamar XIII yang akan digelar pada 26-28 Agustus 2016 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta. "Akan ada regenerasi kepemimpinan dalam muktamar. Selain itu, muktamar kali ini bertujuan untuk mendorong peran perempuan dalam pemberdayaan ekonomi dan isu lainnya," kata Ketua Bidang Kemasyarakatan Pengurus Pusat NA (PPNA) Rita Pranawati dalam jumpa pers di Gedung Dakwah Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta, Senin (22/08/2016).

Dia mengatakan sebanyak seribu peserta dan penggembira akan menghadiri Muktamar XIII PPNA. Mereka berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Muktamar Nasyiatul Aisyiyah kali ini bertema Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan untuk Kemandirian Bangsa. Ajang muktamar juga menjadi salah satu titik tolak untuk memperkuat peran perempuan muda Muhammadiyah untuk ambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Rita mengatakan terdapat tiga aspek permasalahan bangsa yang penting untuk diatasi, terutama lewat peran perempuan di dalamnya. Di antaranya tentang pemberdayaan ekonomi, isu pendidikan serta advokasi hukum anak dan keluarga.

"Di sinilah perempuan harus berperan sehingga kehadirannya tidak hanya sebagai 'konco wingking' saja, tapi lebih dari itu," kata Rita. Istilah perempuan sebagai "konco wingking" sendiri secara bahasa berarti teman dapur atau merujuk pada kedudukan perempuan yang hanya menjadi pelengkap kehidupan laki-laki.

Melalui muktamar ini NA akan mendorong perempuan dalam melakukan beberapa hal diantaranya terkait pengambilan kebijakan. NA juga akan menjadi agen perubahan yang akan memberikan banyak transformasi kepada anak-anak dan generasi yang akan datang.

Nasyiatul Aisyiyah merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang berdiri sejak 16 Mei 1931. Kala  itu NA diputuskan saat Konggres Muhammadiyah ke-20 di Yogyakarta, penamaan menggunakan bahasa Arab ini juga berdasarkan keputusan Konggres yang melingkupi semua gerakan dalam Muhammadiyah. Artinya, kiprah organsiasi perempuan muda bagi bangsa sudah lebih dari 85 tahun. Organisasi ini gerakan putri Islam yang bergerak di bidang keperempuanan, keagamaan, kemasyarakatan dan pendidikan.

Rencananya Muktamar NA akan dihadiri oleh sejumlah tokoh diantaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Para tokoh ini akan membahas isu-isu nasional terkait dunia pendidikan dan kesehatan perempuan dan anak. Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dijadwalkan akan membuka Muktamar. (mrz/dbs)

 

 

 

 


Back to Top