Haji 1437 H/ 2016 M

Setiap Hari Kursi Roda Jemaah Numpuk di Bandara, Begini Antisipasinya

(gomuslim). Sejak lima tahun terakhir, rombongan Jemaah haji Indonesia diwarnai jemaah sudah ‘sepuh’ dan berangkat mengenakan kursi roda. Hal itu mengharuskan petugas haji melakukan penanganan khusus, bahkan setiba di bandara  kedatangan Madinah maupun di Jeddah, petugas haji Indonesia harus membereskan lebih dari 20 kursi roda setiap hari.

 

“Setiap hari selalu ada akhir pekan ini saja ada sebanyak 36 kursi roda di tempat penumpukan bagasi khusus kursi roda di Bandara Madinah,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Airport Jeddah-Madinah Nurul Badruttamam,  dilaporkan langsung dari Arab Saudi.

Hingga Senin hari ini (22/08/2016), petugas haji Indonesia masih harus membereskan kursi-kursi roda Jemaah haji Indonesia di Bandara kedatangan.

"Kita awalnya tidak tahu posisi kursi roda ada di mana. Di pekan awal kedatangan jemaah kami mengeluarkan 15 kursi roda dari gudang bandara. Di hari berikutnya ada yang berbarengan dengan koper. Besoknya ada lagi yang tertahan. Bahkan ada 30 kursi roda yang tertahan di imigrasi, demikian seterusnya setiap hari,"tambah Nurul.

Petugas airport harus cermat memilih dan memilah terlebih dahulu kursi roda milik jemaah haji Indonesia. Hal ini terjadi karena kepadatan penumpukan bagasi dari berbagai negara secara bersamaan. “Apalagi kalau tidak ada tanda-tanda dari Indonesia, misalnya stiker bendera, atau nama dan kloter, bisa bingung kita,”jelasnya.

Petugas haji memang mengalami kesulitan dalam mengurus banyaknya tumpukan kursi roda di Bandara. Ini juga membuat Jemaah yang ingin mengambil kursi rodanya  mengalami kesulitan karena minimnya identitas yang menempel. Padahal nyaris semua kursi roda demikian bentuknya.

Oleh karena itu, petugas minta agar Jemaah yang membawa kursi roda agar mengantisipasi dengan memberi tanda identitas minimal berupa nama lengkap dan kloter untuk mempermudah identifikasi bagi petugas dan pemilik kursi roda.

Pihak Bandara di Madinah maupun di Jeddah tidak langsung mengeluarkan kursi roda tersebut karena banyak kursi roda yang dibawa dari Tanah Air tidak di packing. Seharusnya kursi roda dibungkus dengan baik sejak dari embarkasi.

Setelah diurus oleh PPIH, kursi roda yang menumpuk di ruang imigrasi itu akhirnya dikeluarkan. Namun tidak bisa langsung diambil karena kursi roda tersebut diangkut ke gudang terlebih dahulu oleh petugas Bandara setempat, baru setelah itu bisa diambil dan dibawa ke Kantor Misi Haji Negara masing-masing.

“Memang ada sebagian kursi roda yang dikeluarkan dari bandara berbarengan dengan koper jamaah, namun lebih banyak yang tertahan.  Saat ini masih banyak kursi roda yang tak bertuan yang tidak diketahui siapa pemiliknya. Kepada Jemaah yang merasa membawa kursi roda dari tanah air dan ingin mengambil, diharapkan segera menghubungi petugas haji terdekat untuk koordinasi, karena setiap hari kursi-kursi dimaksud langsung dikeluarkan dari Bandara,”imbau Nurul lagi.

 

Jemaah yang merasa kehilangan kursi roda diharap melapor melalui sektornya masing-masing, dan dipersilakan mengambil kursi  roda dan barang-barang yang tercecer di Kantor Misi Haji terdekat.

Teknis pengambilan kursi roda tersebut selanjutnya bisa langsung di Daker Madinah atau Jeddah (tergantung kedatangan) atau melalui petugas kloter (mewakili jemaah pemilik kursi roda) dengan menghubungi Kasi Linjam Daker Airport. (mm/bs)


Back to Top