Muslim London Tunjukkan Sikap Solidaritas dengan Kunjungi Dewan Gereja

(gomuslim). Ketika kita sering melihat pertengkaran antar pemeluk agama, kita pasti merasa bahwa itu tidak pantas dilakukan oleh orang yang menjuluki dirinya beragama. Sebab, seyogyanya orang yang beragama adalah orang yang memiliki rasa kasih sayang antar sesama umat manusia. Begitupun agama juga mengajarkan ajaran yang mendamaikan, bukan malah membuat pertikaian.

Seharusnya orang beragama itu pengasih seperti yang dicontohkan komunitas Muslim London, mereka mengadakan kunjungan ke dewan gereja St John, Bethnal Green, pada Minggu (21/08/2016) untuk menunjukkan solidaritas dengan tetangga Kristen mereka.

Para pria dan wanita Muslim bergabung dengan komunitas Kristen menunjukkan persahabatan dan jalinan komunitas yang terus dibangun pasca pembunuhan brutal pendeta Jacques Hamel di Perancis, beberapa waktu lalu.

Keuskupan London mengatakan kegiatan pertemuan semacam itu dikoordinir oleh Faith Matters, sebuah kelompok kampanye integrasi, dan Kepala St John, “untuk mengkonfirmasi pentingnya hidup dan datang bersama-sama dalam semangat solidaritas, empati dan merawat martabat dan kehidupan satu sama lain.

Di antara tokoh Muslim yang ikut serta adalah Dr Mamadou Bocoum (seorang imam, dosen Studi Islam dan anggota dewan Dewan Hukum Muslim), Rabina Khan (seorang anggota dewan Tower Hamlets), dan Mohammed Amin (Muslim pertama yang menjadi mitra akuntan Price Waterhouse di Inggris).

Bila ditarik kebelakang, St John memiliki sejarah panjang komunikasi dan kerjasama antaragama di London timur. Father William Green (67 tahun), ketua Tower Hamlets mengatakan bahwa Hari ini kita bergabung bersama-sama dalam sebuah komunikasi pertemuan yang terhormat untuk kedua agama Kristen dan Islam. Kami mendorong semuanya untuk aktif menentang provokasi kekerasan dan menyatakan nilai-nilai keramahan dan keterbukaan. Kita tidak bisa membiarkan teroris melemahkan nilai-nilai dan komitmen kita.

Sementara itu, Fiyaz Mughal dari Faith Matters mengatakan sangat penting bahwa masyarakat datang bersama-sama pada saat krisis nasional dan internasional. Muslim dan Kristen berdiri bersama untuk memperingati terbunuhnya pendeta di Perancis. Berarti kita harus melakukan upaya untuk menjelaskannya. Muslim Inggris hari ini berdiri dalam solidaritas di St John dengan saudara-saudara Kristen dan dengan pesan yang jelas. Kami tidak akan membiarkan kebencian itu akan menang.

Begitupun dengan saudagar muslim, Mohammed Amin menuturkan bahwa ia pergi dari Inggris mengunjungi anak saya ke Amerika ketika pendeta Perancis Jacques Hamel dibunuh. Ia percaya bahwa kita dihadapkan pada barbarisme atau tindakan yang amoral yang tidak sesuai dengan adab jaman sekarang, maka kita harus berdiri bersama-sama. Hari ini adalah kesempatan pertamanya untuk menunjukkan solidaritas dengan menghadiri pertemuan dengan anggota gereja.

Sebagai seorang Muslim, ia sangat marah dengan aksi-aksi biadab dan haus darah seperti yang dilakukan orang-orang dengan kelompok ISIS. Mereka telah membajak atas nama agama Islam, dan menggunakannya untuk membenarkan kebencian dan pembunuhan. Semua umat Islam memiliki kewajiban untuk melawan mereka. Sebab lagi-lagi agama tidak mengajarkan tindakan keji dan munkar seperti yang mereka dilakukan, tuturnya. (mrz/dbs)

 


Back to Top