Kota Padang Segera Kembangkan Spot Produk dan Aktivitas Baru untuk Segmen Atas Wisata Halal

(gomuslim). Kota Padang adalah satu dari tiga destinasi wisata halal pilihan Kementrian Pariwisata (Kemenpar), selain Lombok dan Aceh. Karena itu, Padang pun terus berbenah diri demi meningkatkan kualitas destinasi wisata halalnya mengikuti kesuksesan ombok dan Aceh yang sudah terkenal ke mancanegara.

Baru-baru ini, Kota Padang sebagai destinasi akan mempunyai tiga tourist spots baru. Tiga pulau kecil tak jauh dari pelabuhan laut Teluk Bayur dan salah satu di antaranya praktis bersebelahan dengan Pantai Mandeh. Proyek destinasi baru ini sedang dalam proses pembangunan sebuah hunian bagi traveller yang diberi tajuk modern moslem friendly villa and resort. Selain itu, di kawasan wisata Mandeh itu sendiri sedang dipersiapkan  program The Mande Bay Romantic Resort. Pemilik dan pengelolanya juga sama dengan pemilik Hotel Rhadana yang ada di tengah keramaian Kuta, Bali.

Tidak hanya itu,  Pulau Pagang di Sumatra Barat akan berdiri 26 villa mewah dan di Pulau Bitangur juga akan sama seperti di Pulau Pagang, tapi belum disebutkan jumlah kamar dan di Pulau Kapo-kapo, sedang dibangun terlebih dulu desa wisata yang kini hidup 19 keluarga.

 menurut Rainier Daulay Founder dan CEO kelompok Hotel Rhadana, pihaknya sedang mendidik masyarakat setempat tentang pariwisata dan bagaimana membangunnya. Pada tahun 2018, semuanya akan mulai beroperasi. Rainier Daulay akan mengembangkan hotel tersebut dengan konsep luxury. Karena, selain seluruh fasiltas resor dan akomodasi villa dijadikan sebagai modern halal and moslem friendly hotel, juga rata-rata tarif kamar yang akan diterapkannya akan berada di kisaran US$ 1000.

“Kita melihat rencana ini relevan dengan ketersediaan fasilitas bandara internasonal Minangkabau International Airport (MIA). Sampai sekarang memang baru dilayani penerbangan langsung luar negeri dari dan ke Singapura juga Kuala Lumpur, tapi berpotensi  dengan penambahan rute lain di samping peningkatan frekuensi, “ jelas Rainier, seperti dilansir dari publikasi TourismIndonesia.

Selain itu, Padang sebagai destinasi khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya, tak diragukan punya potensi besar bisa menarik wisman, namanya pun sudah cukup lama selalu dipromosikan dalam rangka promosi Wonderful Indonesia secara keseluruhan. Namun beberapa tahun terakhir masih mengalami naik turun dalam jumlah wisman. Jumlah wisman diukur terutama melalui jumlah kedatangan yang mendarat langsung dengan penerbangan dari luar negeri di bandara MIA. Statistik menunjukkan jumlah wisman tahun 2015 menurun dibandingkan tahun sebelumnya 2014. Tetapi semester pertama 2016 ini telah kembali meningkat tumbuh 17,11% dibandingkan periode sama tahun lalu. Tahun 2015 Januari sampai Juni di bandara Minangkabau tercatat 19.399 wisman, Januari-Juni 2016 telah mencapai 22.719 wisman.

Pengembangan seperti yang digambarkan oleh Rainier Daulay tersebut akan menampilkan bererapa faktor baru bagi destinasi Padang-Sumatera Barat, di antaranya new product, new consumers segment, new spots and activity, modern and halal travel, dan, new wave and way of marketing and selling. Hal ini tentu bisa berdampak positif bagi perkembangan wisata halal di Sumatra Barat jika dilihat karakter manajemen yang telah diterapkannya pada tiga hotel dalam kelompok Rhadana di Pulau Bali. (fau/dbs)

 

 

 


Back to Top