Kementerian Pariwisata Incar Makassar Sebagai Destinasi Wisata Halal

(gomuslim). Dengan meningkatnya trend halal di masyarakat dunia, Kementerian Pariwisata menerapkan strategi Halal Tourism untuk terus disebarluaskan ke pelaku bisnis pariwisata di negeri ini. Tidak hanya di Lombok, Aceh dan Sumatera Barat yang memang diproyeksikan oleh Kemenpar sebagai Halal Destination, tetapi juga di daerah lain yang berpotensi menjadi destinasi wisata halal. “Kali ini giliran di Makassar,” ujar Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Watie Moerany.  

Memang sebagian besar restoran,  cafe, dan hotel di Makassar sudah menggunakan pendekatan Halal, tapi klaim atau stempel “halal” oleh lembaga yang berwenang itu dipentingkan oleh wisatawan yang tidak tertarik dengan status itu.

Watie Moerany menyampaikan bahwa Menteri Arief Yahya telah menciptakan tim percepatan wisata halal. Ini yang membuat kita semua bergerak lebih cepat, untuk sosialisasi ke para pelaku bisnis.  Menurut dia, ini merupakan sosialisasi keempat yang dilakukan oleh Kemenpar. Pertama, digelar di  DKI Jakarta 10-12 Mei 2016, lalu Aceh 18-20 Mei 2016, Padang 23-25 Mei 2016, dan yang  saat ini sedang berlangsung adalah Makassar 30 Mei hingga 1 Juni 2016. Untuk yang terakhir rencananya akan digelar di Bandung 2-4 Juni 2016.

Saat ini yang ditetapkan dan dipilih serta diajak untuk menjadi destinasi yang mengolah potensi wisata halal adalah Aceh, Padang, Makassar, DKI dan Bandung. Nah sosialisasi ini giliran kami laksanakan di Makassar, semoga dampaknya baik untuk Makassar, harapny.  

Kemenpar berusaha terus dengan mengundang semua pihak. Pihak-pihak yang diundang Kemenpar adalah semua lini Pariwisata dan insan Parwisata dengan tujuan agar semua rencana percepatan dapat terlaksana dengan baik. Undangan yang hadir diantaranya Direktur Politeknik, Ketua MUI, Ketua Badan Promosi Pariwisata Sulsel, Ketua PHRI Sulsel, Ketua Badan POM Sulsel, Ketua Pimpinan Media, pihak Kepolisian, Asita Sulsel, Asosiasi-asosiasi industri Pariwisata, manajer-manajer restoran di Sulses, pengelola objek wisata buatan maupun alam dan masih banyak lagi.    

Karena pergerakan wisatawan muslim di Indonesia sangat tinggi. Untuk Wisatawan domestik di perjalanan tahun 2015 terjadi 255 juta perjalanan dan pengeluaran total Rp 203.61 Triliun. Karena memang Wisata halal kenaikannya 100 persen sangat cepat, maka akan menjadi penghasil pendapatan terbesar di tahun 2020, jadi ini sangat besar potensinya, jelas Watie, dalam Sosialisasi Strategi Kerjasama Pemasaran Wisata Halal yang dilaksanakan pada (31/05/2016). .  

Wisata halal ini merupakan terobosan atas segmentasi pariwisata yang prospeknya sangat menjanjikan. Indonesia adalah peringkat ke 30 di dunia dengan pemeluk agama Islam terbanyak, yaitu 87,18 persen.

Menurut data Kemenpar, pengeluaran Wisatawan Muslim domestik pada tahun 2011 Rp 160, 3 Triliun, tahun 2015 Rp 179,2 Triliun. Pada tahun 2011 sampai dengan 2015 mengalami kenaikan sebesar 7 persen untuk rata-rata pertumbuhan capaian. Sedangkan pada tahun 2015 sampai dengan 2019 mengalami kenaikan sebesar 5 persen untuk rata-rata pertumbuhan target.

Setelah Pemerintah daerah dan para pelaku bisnis siap, maka Makasar, dengan kekayaan sejarah masa lalu dan budaya Islamnya, akan menjadi nominasi terbaru sebagai destinasi wisata halal Indonesia dengan menyaingi Sumatera Barat, Aceh dan Lombok. (mrz/dbs)

 


Back to Top