Rancangan Tanggap Darurat Haji Diteken, Beginilah Isinya

(gomuslim).  Setelah didominasi ulasan tentang 'tashrih, permit' atau perizinan haji, selama tiga hari terakhir hingga Rabu hari ini (24/08/2016), media-media di Saudi mengulas seputar ‘Rancangan Tanggap Darurat’ selama musim haji 2016 yang telah mendapat persetujuan dari Pangeran Muhammad bin Nayef.  Selaku Wakil Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, dan Ketua Komisi Haji Arab Saudi, Putra Mahkota Muhammad Bin Nayef menganggap penting menyiapkan langkah antisipasi.

Setiap tahun, selain menerbitkan ‘roadmap’ atau rencana besar haji 2016, sebagai penyelenggara haji, pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga membuat langkah antisipasi berupa rancangan langkah kontigensi untuk menghadapi keadaan tertentu. Rancangan tersebut diumumkan oleh Dirjen Pertahanan Sipil Letjen Sulaiman bin Abdullah Al-Amr. Untuk memastikan rancangan tersebut dapat bekerja dengan baik, lebih dari 17 ribu petugas pertahanan sipil dan partisipan turut terlibat dalam rancangan tanggap darurat dan dibantu 3.000  peralatan pendukung.

“Putra Mahkota  memerintahkan Pertahanan Sipil untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan demi terwujudnya keamanan jemaah yang datang ke Mekkah dan Madinah. Jemaah tersebut datang dari berbagai penjuru dunia untuk melakukan ibadah, karena itu mereka harus merasa aman dan nyaman serta khusuk dalam beribadah,” kata Sulaiman.

 

 

Juga ditempatkan pula personil dari berbagai wilayah untuk membantu satuan pertahanan sipil tersebut. Dengan disetujuinya rancangan ini, satuan pertahanan sipil telah sampai pada persiapan yang paling matang untuk mengatasi 13 resiko yang mungkin terjadi Mekkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, Mina dan dan sejumlah tempat yang paling padat dikunjungi Jemaah selama musim haji.

Fungsi Pertahanan Sipil adalah menyiapkan langkah-langkah pencegahan yang akan diambil untuk dapat menghindari bahaya yang mengancam keselamatan jemaah karena itu adalah hal yang sangat penting. “Putra Mahkota juga menyatakan dengan tegas bahwa keselamatan jemaah adalah hal yang lebih penting,” ujarnya.

Pertahanan Sipil merupakan lembaga keamanan yang personelnya berasal dari sipil bukan anggota militer, biasanya saat musim haji Pertahanan Sipil banyak dilibatkan untuk membantu jemaah dalam kondisi darurat. Al-Amr menjelaskan bahwa tugas utama Pertahanan Sipil adalah untuk membantu dan melindungi jemaah

Dalam merealisasikan darurat pertahanan sipil  maka nantinya pemerintah akan melibatkan 19 departemen yang masing-masing departemen dapat mengirimkan perwakilannya, biasanya yang kerap dilibatkan adalah anggota Departemen Kesehatan. Karena petahanan sipil yang disiapkan harus dapat menangani suasana darurat manakala ditemukan jemaah yang mengalamai sakit kronis.

Bagi setiap anggota pertahanan sipil wajib menguasai tiga hal utama yakni, pencegahan dari bahaya yang dapat diprediksi, mampu menangani evakuasi jika terjadi musibah dan aktif memberikan informasi terkait keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah haji

Sulaiman Al-Amr menambahkan rancangan ini didasarkan pada kajian dari aspek pengalaman positif dan negatif selama haji tahun 2015 dan sebelumnya. (mm/gulf/an)


Back to Top