Beredar Aplikasi Tidak Standar, Indonesia Luncurkan Quran Digital Rujukan

(gomuslim). Bertepatan dengan peringatan 1450 tahun turunnya Alquran, Kementerian Agama  segera meluncurkan ‘Aplikasi Alquran Digital’ yang dinamakan ‘Quran Kemenag‘. Rencana peluncuran ini  akan dilaksanakan dalam Seminar Internasional Alquran yang diselenggarakan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran,  Badan Penelitian dan Pengembangan dan Diklat Kementerian Agama RI pada 30 Agustus 2016.

Kemenag RI berinisiatif menggarap Alquran Digital sejak setahun lalu karena banyak laporan beredar Alquran Digital yang tidak sesuai standar. Berbagai aplikasi Alquran berbasis sistem operasi mulai bermunculan sejak marak penggunaan telepon seluler pintar. Pada November 2015, Kementerian Komunikasi dan Infomatika mencatat sebanyak 251 aplikasi Alquran tersebar di Playstore. Aplikasi tersebut dibuat di berbagai Negara, namun Indonesia sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar dan tidak sedikit pengguna aplikasi tersebut, hingga saat itu belum memiliki aplikasi resmi yang dapat dijadikan rujukan atau patokan bagi umat Islam Indonesia.

 


Dalam aplikasi yang beredar tersebut ditemukan perbedaan dalam penulisan. "Banyak aplikasi Alquran yang diunggah dengan berbagai macam model, padahal di Indonesia punya mushaf standar namun saat itu belum terdigitalisasi," kata Kepala Bidang Pentahsihan Mushaf Alquran Kemenag Abdul Azis Sidqi.

Dijelaskan, terdapat tiga jenis mushaf Alquran yang lazim digunakan umat Muslim Indonesia, yaitu mushaf Usmani, mushaf Bariah untuk para penghafal Alquran, dan mushaf Braille untuk tunanetra. Penggunaan ketiga standar mushaf itu didasarkan pada kesepakatan ulama.

Untuk tipe aplikasi mushaf Alquran digital yang beredar terdapat dua tipe, yaitu dibuat dalam format PDF, sedangkan tipe kedua diketik ulang menggunakan font Arab tertentu. Untuk yang kedua ini sering terjadi kesalahan penulisan yang mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, Kementeriang Agama langsung menggarap program Alquran Digital ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.  Quran Kemenag adalah aplikasi Alquran digital yang pertama kali dibuat oleh Kemenag . “Aplikasi ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan mushaf Alquran yang berbentuk digital,” kata Plt. Kepala Bidang Pengkajian Alquran Balitbang Kemenag, Mukhlis M. Hanafi di Jakarta, Rabu (24/08/2016).

Aplikasi ini tersedia dalam format Android, web, dan IOS. Di samping menyajikan teks Alquran lengkap 30 juz, aplikasi ini juga dilengkapi dengan terjemahan, tafsir dalam dua varian: tahlili (30 juz) dan ringkas, suara murattal Alquran dari Syekh Mahmud Khalil al-Husairy, dan asbabun nuzul.

Tulisan Alquran yang digunakan dalam aplikasi ini bersumber dari Mushaf Alquran Suharto yang dalam penulisannya mengikuti Mushaf Alquran Standar Indonesia. Mushaf Alquran Standar Indonesia adalah Mushaf Alquran yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Ahli Alquran yang berlangsung 9 kali dari tahun 1974 - 1983, dan dijadikan pedoman bagi mushaf Alquran yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Agama.

Terjemahan Alquran yang terdapat dalam aplikasi ini berasal dari Alquran dan Terjemahnya yang disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kemenag. Sedangkan Tafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Alquran dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama, hasil kajian tafsir yang disusun oleh tim yang dibentuk Kementerian Agama dengan bekerjasama dengan Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta.

“Saat ini  tafsir ini baru hadir satu jilid yang terdiri juz 1 - 15. Adapun jilid kedua yang berisi juz 16-30, in sya Allah akan ditambahkan nanti setelah edisi cetaknya diterbitkan pada akhir tahun 2016.

Asbabun Nuzul, Riwayat-riwayat tentang Asbabun Nuzul yang dimuat dalam buku tersebut merupakan riwayat yang dapat diterima (maqbul). Di samping itu, juga dipilih riwayat yang secara jelas (sharih) menerangkan bahwa satu atau beberapa ayat itu turun berkaitan dengan peristiwa yang terjadi ketika itu.

Sumber utama dalam aplikasi ini berasal dari Alquran  yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kementerian Agama. Dengan diluncurkannya aplikasi ini, diharapkan tidak ada lagi perbedaan penulisan yang berdampak beruntun. Semoga makin membuat telepon selular pinter bermanfaat. (mm/ant/kmng)

 
 


Back to Top